Jumat, 03 Juni 2011

Rahasia Dibalik Memberi


"Tak seorang pun pernah menjadi miskin karena memberi " Anne Frank

Jika menginginkan sesuatu (uang, kebahagiaan, sesuatu yang bernilai) kita harus melakukan satu hal, satu hal yang telah dilakukan orang sepanjang jaman yaitu memberi (GIVE), memberi kepada setiap orang, yang akan membantu kita tetap bersentuhan dengan dunia dalam diri kita.

John D Rockefeller

Rockefeller adalah seorang yang menjalani bagian pertama hidupnya sebagai seorang laki-laki yang tidak bahagia, beliau sering sulit tidur, merasa tidak ada yang menyayangi dan harus dikelilingi sejumlah pengawal pribadi. Ketika usianya menginjak 53 tahun, ia didiagnosis menderita sejenis peyakit yang langka. Ia kehilangan semua rambutnya dan tubuhnya mengkerut. Para pakar di bidang pengobatan menyatakan bahwa hidupnya tinggal setahun lagi.
Rockefeller mulai berpikir melewati batas-batas yang mengkungkung hidupnya selama itu dan mencoba menemukan arti keberadaannya. Ia memberikan sebagian besar uangnya kepada gereja dan kaum papa, serta mendirikan Yayasan Rockefeller. Luar biasa, justru hidupnya berbalik seratus delapan puluh derajat, kesehatannya membaik berlawanan dengan perkiraan dokter, ia bisa hidup sampai umur 98 tahun. Riwayat hidup Rockefeller mencontohkan tranformasi yang niscaya terjadi ketika seseorang telah menemukan nikmatnya memberi. Artinya kebiasaan bersedekah telah mendatangkan kenikmatan atau kepuasan batin yang tidak dapat digantikan dengan apapun. Sepanjang hidupnya ia telah menyumbang US $ 550.000.000,- .

Andrew Carniege

Andrew Carnegie telah menyumbangkan uang dengan total US $350,695,653 untuk kepentingan umum. Ini semua dilakukannya karena ia percaya bahwa orang-orang kaya haruslah ikut serta dalam mensejahterakan masyarakat, dan ia percaya bahwa orang kaya tak pantas meninggal dalam keadaan kaya, apa lagi dengan turut serta mengubur harta bendanya.

Phineas Taylor Barnum
Adalah salah seorang yang juga menyumbangkan uang, dalam sebuah satu buku berjudul There's a Customer Born Every Minute dikatakan bahwa memberi akan menjerumuskan ke menerima. PT Barnum pernah mengatakan Uang merupakan hamba yang sangat baik, tetapi tuan yang sangat buruk.

Mereka menyumbang bukan untuk suatu publikasi untuk menaikan citra mereka, di dalam biografi Lee yang berjudul Courtier To The Crowd, Ray Eldon Hiebert mengatakan bahwa Rockefeller telah menymbangkan uangnya sendiri selama puluhan tahun.

Mungkin beberapa dari kita berpendapat bahwa orang-orang kaya ini mempunyai uang untuk disumbangkan, jadi memang mudah bagi mereka, tetapi perlu diketahui bahwa mereka mempunyai uang adalah karena mereka memberi dengan gratis. Sekarang ini sudah menjadi model bagi bisnis untuk menyumbang ke isu-isu sosial yang layak. Ini membuat mereka tampak baik, dan tentu saja membantu mereka yang menerimanya.

Bagaimana dengan kita dapat menganut gaya hidup memberi ini?
Mudah sekali. Mari kita buat komitmen untuk memberi di dalam hati kita... entah itu uang, waktu, informasi, atau cinta. Ini akan membantu kita menciptakan perubahan dalam hal -hal yang paling penting dalam hidup kita. Kita akan menyaksikan sendiri kebaikan yang diberikan oleh sumbangan kita, dan akan selalu, kita akan dibayar kembali dalam jumlah yang lebih besar.


Disarikan dari buku Chicken Soup For The Soul halaman 300-309.

Tidak ada komentar: