Tampilkan postingan dengan label Doa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Doa. Tampilkan semua postingan

Minggu, 02 Oktober 2011

Aku Menang Karena Aku Kalah

"Aku masih hidup untuk bersyukur kepada Tuhan karena semua doaku tidak dikabulkan" (Jean Ingelow).

Semua dimulai sebagai impian, aku ingin menjadi astronot, aku ingin terbang keluar angkasa. Tapi aku tidak memiliki”hal yang tepat”, aku tidak memiliki gelar dan aku bukan seorang pilot. Lalu terjadilah! Gedung putih mengumumkan pencarian warga biasa untuk ikut dalam penerbangan 51 ­ L pesawat ulang alik challenger dan warga itu adalah seorang guru. Pada hari itu juga aku mengirimkan surat lamaran ke Washington.

Setiap hari aku berlari ke kotak pos. Akhirnya datanglah amplop resmi berlogo NASA. Doaku terkabul ! Aku lolos penyisihan pertama. Ini benar-benar terjadi padaku ! Selama beberapa minggu berikutnya, perwujudan impianku semakin dekat saat NASA melakukan tes fisik dan mental. Saat tes selesai aku menunggu dan berdoa lagi. Aku tahu aku semakin dekat pada impianku. Aku akhirnya menerima pangilan yang telah lama ku dambakan dan kumohon dalam doa. NASA memilihku untuk mengikuti program latihan astronot khusus di Kennedy Space Center.

Dari 43.000 pelamar, menjadi 10.000 orang dan akhirnya aku menjadi bagian dari 100 orang yang berkumpul untuk penilaian terakhir. Ada simulator, uji klaustrofobi, latihan ketangkasan, eksperimen mabuk udara. Mana diantara kami yang melewati ujian akhir ini ? Tuhan, biarlah diriku yang terpilih, aku berdoa. Aku sangat menginginkannya. Lalu tibalah berita yang menghancurkan itu. NASA memilih Christa McAufliffe. Aku kalah. Impian hidupku hancur. Depresi, rasa percaya diri lenyap dan rasa marah menggantikan kebahagiaanku saat aku mempertanyakan semuanya; Kenapa Tuhan, kenapa bukan aku ? Bagian diriku mana yang kurang ? Mengapa aku diperlakukan kejam ? Aku berpaling kepada ayahku, dia berkata, “Semua terjadi karena suatu alasan”.

Selasa, 28 Januari 1986, aku berkumpul bersama teman-teman untuk melihat peluncuran challenger. Saat pesawat itu melewati menara ladasan pacuan, aku menantang impianku untuk terakhir kali. Tuhan aku mau melakukan apa saja agar ada di dalam pesawat itu. Kenapa bukan aku ? Tujuh puluh tiga detik kemudian, Tuhan menjawab semua pertanyaanku dan menghapus semua keraguanku saat challenger meledak dan menewaskan semua penumpang.

Aku ingat kata-kata ayahku, “SEMUA TERJADI KARENA SUATU ALASAN” Aku tidak terpilih untuk penerbangan itu, walaupun aku sangat menginginkannya karena rencana Tuhan memiliki alasan lain untuk kehadiranku di bumi ini. Aku memiliki misi lain dalam hidupku. Aku tidak kalah; aku seorang pemenang, Aku menang karena aku telah kalah. Aku masih hidup untuk bersyukur pada Tuhan karena semua doaku tidak terkabulkan.


Kisah Nyata dari Frank Slazak

Sumber : A 3rd for the chicken soup Jack Canfield

Minggu, 17 Juli 2011

Sebuah Kado Untuk Istriku


Besok (18 Juli 2011) adalah merupakan hari spesial buat ibu dari ketiga anak laki-lakiku, namun sampai detik ini Pukul 22:00 WIB, saya masih belum memiliki ide apa sesuatu kado/hadiah yang dapat membuat dia bahagia dihari spesial ini. Ku coba untuk mencari ide dari internet, karena dalam benakku masak sih tidak ada sesuatu hal seperti ini dialami oleh seorang suami didunia ini. Dari hasil pencarian ada beberapa hal disana menyarankan seperti 1) Membuat masakan special, hal ini sulit untuk diikuti tentu dengan beberapa alasanku, 2) Membuat kartu ulang tahun buatan tangan… apalagi ini, 3) Membuat Syair atau Puisi… hmmmm pasti nggak mempan deh…. 4) Membuat lagu ungkapan sayang.. suara aja fals ditambah nggak ada alat musik yang dikuasai.. lewat... 5) Membuat album kenangan dimana istri terlibat didalamnya… kupikir di gambar facebook juga udah banyak….. hmmmm… ternyata bingung juga ya…

Memang ada sih satu cara dengan memberikan kado dan didalam nya terisi kotak kado kosong…. Nanti ketika ditanya, mamah nggak liat bahwa didalam kotak kosong itu penuh dengan ciuman sayang dariku…. Gua pikir kayaknya nggak akan kena juga dech…. Lalu apa ya…

Mungkin anda bertanya belikan saja dia sebuah mobil semisial BMW atau Merzedez Benz, atau mungkin materi yang-mahal-mahal…. Kalau itu sih mending aku sumbangin aja duitnya buat para fakir miskin atau Janda, Yatim, Piatu atau pelayanan kemanusiaan akan jauh lebih bermanfaat dibandingkan buat istriku dan aku yakin ideku pasti disetujui.. karena aku mengenalnya :P …. Lalu apa dong…

Ya sudah deh aku mencoba mengoreksi hal apa yang sudah kulakukan dan apa yang belum pernah kulakukan untuk membuatnya semakin sayang pada ketiga anak-anaku dan tentu juga saya sebagai suaminya.

Selama ini dapat dipastikan bahwa papa selalu ada disaat sedih, disaat senang bahkan disetiap hari ulang tahunmu… mah tidak semua suami ada didekat istrinya loh disaat istrinya berulang tahun, bisa jadi karena jarak pekerjaan atau lainnya. Tapi papa pastikan setidaknya sejak awal pernikahan kita sampai sekarang papa selalu ada disamping mama….

Memang pernah beberapa kali saat mamah cerita lebih banyak gossip, papa sudah tertidur pulas dan pagi2 mamah mencak2 karena papa tidak mendengar cerita mamah… kedepan papa pastikan papah akan mendengar semua cerita-ceritamu baik itu tentang kelakuan tetangga si anu, suaminya sianu yang suka ngelirik-lirik, kekayaan sianu yang bertambah hari demi hari atau lainnya papa akan pastikan untuk mendengar setidaknya 75% dari setiap ceritanya… :), Untuk berikutnya papa akan lebih sering diam saat mamah memberikan instruksi untuk memperbaiki sesuatu , tentang si USSR (Aceco) kek, tentang bagian mobil yang perlu dibersihkan kek… papah akan diam mendengarnya dan menjalankan sesuai komando mamah… :), Banyak orang membatasi setiap aktivitas istri, kalau papah menyerahkan ke mamah sepenuhnya tugas dan tanggung jawab istri pada mamah termasuk kebebasan penuh mamah untuk mengelola gaji papa yang besar itu .. :), Mungkin mamah sedikit bingung kalau papah rajin sit up, push up, olah raga lah… sebenarnya itu papa lakukan supaya penampilan papah tetap indah dan agar mamah makin sayang sama papah… kalau sebaliknya tidak mamah lakukan tidak usah khawatir mah… keindahan itu bukan hanya karena langsing aja kok… :), Jika selama ini papa selalu bersikap negative dalam hal memberi tanggapan atas setiap pernik pendapat, ini karena papa melihat diluar sana hidup sudah demikian sulit sehingga beragam tindakan orang untuk mencapai tujuan… itu hanya preventif dari papah.. untuk berikutnya papah akan lebih menanggapi dengan positif deh mah.. papah janji… :), Papah juga minta maaf ya mah kalau papa sering tidak mau mengalah dalam suatu pendapat… mungkin karena papa merasa sudah banyak menguasai keadaan…selama ini papa merasa hidup penuh dengan gelombang, pengoyakan, penyaringan, penggeseran, ujian, cobaan, dan papa merasa menang. Jadi sewaktu papa bersaksi, papa merasa tenang, kalau orang lain sedang mengalami sesuatu, langsung papa merasa bisa mengucapkan kata-kata yang indah yang bisa menenangkan, kalau ada orang lain menceritakan kesulitannya, papa merasa bisa langsung mengeluarkan kata-kata mutiara untuk menghibur, kalau papa melihat ada yang bimbang dan tawar hati, papa biasanya langsung mengucapkan kata-kata perjuangan untuk memotivasi. Padahal papah ini belum apa- apa ya… jadi untuk berikutnya papa akan belajar untuk mengalah dech… :). Jikalau selama ini papah habis pulang kantor kadang suka cemberut untuk kedepan papah pulang kantor papah akan selalu tersenyum…. Tapi ingat mah… senyum papah itu bukan berarti “minta” ya… :)

Papa pernah mengcopas cerita dan memasukannya dalam group dan blog KEEP IN MIND, cerita tentang siapakah orang yang paling dicintai didunia ini… dan jawabannya adalah pasangannya… alasannya suatu saat nanti anak-anak pasti akan meninggalkan nya…Jadi di ulang tahun mamah yang ke-38 ini.... Papa dan anak-anak mengucapkan selamat ulang tahun buat mamah…

Papa selalu menyayangimu seperti janji kita dulu di depan altar.


Doa Ku

Tuhan yang berada di Surga

Dihari ulang tahun istriku

Dengarkanlah supaya kami tidak mencari-cari

Untuk dihibur melainkan menghibur;

Untuk dimengerti melainkan mencoba mengerti;

Untuk dicintai, Melainkan mencintai;

karena lebih baik memberi daripada menerima,

Untuk mengampuni, supaya kami diampuni,

Untuk mati supaya kami lahir ke dalam hidup yang kekal.

Amin


Untuk Yuli Aryanti,

With Love From Me to You



Sabtu, 09 Juli 2011

A V A L O N - WE ARE THE REASON



As little children we'd dream of Christmas morn
And all the gifts and toys we knew we’d find
But we never realized a baby born one blessed night
Gave us the greatest gift of our lives

We are the reason that He gave His life
We were the reason that He suffered and died
To a world that was lost He gave all He could give
To show us the reason to live

As the years went by we learned more of our gifts
The giving of ourselves and what that means
On a dark and cloudy day a man hung crying in the rain
Because of love
Because of love

*Chorus

I finally found the reason for living
It’s in giving every part of my heart to Him (every part to Him)
And all that I do every word that I say (you know I’ll be saying)
I will give all my life just for Him, just for Him (every thing for Him)

We are the reason that He gave His life
We are the reason that He suffered and died
To a world that was lost He gave all He could give (all that he could give all)
To show us the reason to live

#He is the reason to live
(don’t you know do you know the reason
that he came, oh he came to save us
when he gave his life for us) he suffered and died
To a world that was lost He gave everything (everything that He had He gave)
To show us the reason to live

*chorus + # together
Don’t know how I could thank Jesus all that he had all..
*chorus + # together

Rabu, 04 Mei 2011

This is called LOVE


John dan Jessica telah berumah tangga selama 7 tahun …

Mereka saling mencintai, namun Jessica sejak awal menutupi semua perasaan cintanya terhadap John. Ia begitu takut apabila John mengetahui betapa ia mencintai pria itu, John lantas meninggalkannya sebagaimana kekasih-kekasihnya selama ini. Tapi tidak bagi John. Ia selalu menyatakan perasaan cintanya kepada Jessica dengan tulus dan begitu terbuka. Setiap saat ketika bersama Jessica, John selalu menunjukkan cintanya yang besar, seolah-olah itulah saat akhir John bersama Jessica.

Jessica selalu bersikap tidak menyenangkan terhadap John. Setiap saat dia selalu mencoba menguji seberapa besar cinta John terhadapnya. Jessica selalu mencoba melakukan hal-hal yang keterlaluan dan diluar batas kepada John. Meski Jessica tahu betapa hal itu sungguh salah, namun melihat sikap John yang tetap berlaku baik padanya, membuat Jessica tetap bertahan untuk melihat seberapa besar kesungguhan cinta pria yg dinikahinya itu.

Hari pertama pernikahan mereka. Jessica bangun siang. Dia tidak sempat menyiapkan sarapan untuk John ketika John hendak berangkat kerja. Namun John tetap tersenyum dan mengatakan, “Tidak apa-apa. Nanti aku bisa sarapan di kantor.”
Saat John pulang dari kantor, Jessica tidak sengaja memasak makanan yang tidak disukai John. Meski menyadari hal itu, Jessica tetap memaksakan agar suaminya mau makan makanan itu. John tetap tersenyum dan berkata, ” Wah…sepertinya sudah saatnya aku belajar menghadapi tantangan. Masakanmu sepertinya tantangan yang hebat, sayang. Aku sudah tidak sabar untuk menyantapnya.” Jessica terkejut, tapi tidak mengatakan apa-apa.

Tetapi Malaikat tahu betapa malam-malam saat Jessica terlelap John memanjatkan doa, “Tuhan….Di pagi pertama pernikahan kami Jessica tidak membuatkanku sarapan. Padahal aku begitu ingin bercakap-cakap di meja makan bersamanya sambil membicarakan betapa indah hari ini, di hari pertama kami menjalani kehidupan baru sebagai suami istri.. Tapi tidak apa-apa, Tuhan.. Karena sepertinya Jessica kelelahan setelah resepsi pernikahan kami tadi malam. Bantulah kekasih hatiku ini, Tuhan, agar dia boleh punya tenaga yang cukup untuk menghadapi hari baru bersamaku besok. Tuhan, Engkau tau betapa aku tidak bisa makan spaghetti karena pencernaanku yang tidak begitu baik. Tapi sepertinya Jessica sudah bekerja keras untuk masak makanan itu. Mampukan aku untuk menghargai setiap apa yang dilakukan istriku kepadaku, Tuhan..Jangan biarkan aku menyakiti perasaannya meski itu tidak mengenakkan bagiku..”

Tahun kedua pernikahan mereka. John membangunkan Jessica pagi-pagi untuk berdoa bersama. Namun Jessica menolak dan lebih memilih melanjutkan tidurnya. John tersenyum dan akhirnya berdoa seorang diri.

Sore hari sepulang kantor, John mengajak Jessica berjalan-jalan ke taman. Meski terpaksa, Jessica akhirnya mau juga ke tempat dimana dulu perasaannya begitu berbunga-bunga saat bersama John. Tetapi Jessica menolak rangkulan John, dan berkata, “Jangan, John..Aku malu..”..John tersenyum dan berkata, “Ya, aku mengerti..” Jessica melihat kekecewaan dimata John, namun tidak melakukan apapun untuk menghilangkan kekecewaan itu.

Tetapi Malaikat tahu betapa malam-malam setelah Jessica terlelap, John memanjatkan doanya..” Tuhan..Ampuni aku yang tidak bisa membawa istriku untuk lebih dekat padaMU pagi hari ini..Mungkin tidurnya kurang karena pikirannya yang sedang berat..Tapi aku yakin, Tuhan besok Jessica mau bersama-sama denganku bercakap-cakap kepadaMu..Tuhan, Engkau juga tahu kesedihanku saat Jessica meolak kurangkul ketika ke taman hari ini. Tapi tidak apa-apa Dia sedang datang bulan, mungkin karena itu perasaannya juga jadi lebih sensitive, Mampukan aku untuk melihat suasana hati istriku, Tuhan.”

Tahun ketiga pernikahan mereka. Mereka kini mempunyai seorang putera bernama Mark. Jessica menjadi tidak pernah lagi meneruskan kebiasaannya membaca bersama John sebelum tidur. Jessica semakin sering menolak ciuman John..

Jessica memarahi John habis-habisan sore itu ketika John lupa mencuci tangan saat akan menggendong Mark ketika John pulang kerja..Jessica tahu betapa hal itu membuat John terpukul..Namun idealismenya terhadap mendidik Mark membuat Jessica mengabaikan perasaan John..Dan John tetap tersenyum..

Tetapi Malaikat tahu betapa malam-malam setelah Jessica terlelap, John memanjatkan doanya..“Tuhan, Engkau tahu betapa sedih hatiku saat ini..Semenjak kelahiran Mark, aku kehilangan begitu banyak waktu bersama Jessica..Aku merindukan saat-saat kami membaca bersama sebelum tidur dan menciuminya sebelum ia tertidur..Tapi tidak apa-apa..Dia begitu capek mengurusi Mark seharian saat aku bekerja di kantor..Hanya saja, biarkanlah dia tetap terus tertidur dalam pelukanku, Tuhan….Karena aku begitu mencintainya. Sore tadi Jessica memarahiku karena aku lupa mencuci tangan saat menggendong Mark, Tuhan..Aku begitu kangen pada anakku sehingga teledor melakukan sebagaimana yg diminta istriku..Engkau tahu betapa aku terluka akan kata-kata Jessica, Tuhan..Tapi tidak apa-apa..Jessica mungkin hanya kuatir terhadap kesehatan anak kami Mark apabila aku langsung menggendongnya. Kesehatan Mark lebih penting daripada harga diriku.”

Tahun keempat pernikahan mereka.. Jessica tidak ingat memasak makanan kesukaan John di hari ulang tahunnya..Jessica terlalu sibuk belanja sehingga lupa bahwa John selalu minta dibuatkan Blackforest dengan taburan coklat dan ceri diatasnya setiap ulang tahunnya tiba..

Jessica juga lupa menyetrika kemeja John yang menyebabkan John terlambat ke kantor pagi itu karena John terpaksa menyetrika sendiri kemejanya..Jessica tau kesalahannya, namun tidak menganggap hal itu sebagai sesuatu hal yang penting.

Tetapi Malaikat tahu betapa malam-malam setelah Jessica terlelap, John memanjatkan doanya..“Tuhan, Untuk kali pertama Jessica lupa membuatkan Blackforest kesukaanku di hari ulang tahunku ini..Padahal aku sangat menyukai kue buatannya itu. Menikmati kue Blackforest buatannya membuatku bersyukur mempunyai istri yang pandai memasak sepertinya, dan merasakan cintanya padaku.. Namun tahun ini aku tidak mendapatinya. Tapi tidak apa-apa..mungkin lebih banyak hal-hal lain yang jauh lebih penting daripada sekedar Blackforest itu. Paling tidak, aku masih mendapatkan senyuman dan ciuman darinya hari ini. Ampuni aku, Tuhan apabila tadi pagi aku lupa tersenyum kepada Jessica..Aku terlalu sibuk menyetrika bajuku dan memikirkan pekerjaanku di kantor..Jessica sepertinya lupa untuk melakukan hal itu, meski aku sudah meminta tolong padanya tadi malam. Jangan biarkan aku melampiaskan emosiku karena dampratan atasanku akibat keterlambatanku hari ini kepada Jessica, Tuhan.. Jessica mungkin keliru menyetrika kemeja mana yang seharusnya kupakai hari ini.. Lagipula, sepatuku begitu mengkilap..Aku yakin Jessica sudah berusaha keras agar aku kelihatan menarik saat presentasiku tadi..Terima kasih untuk kebaikan istriku, Tuhan.”

Tahun kelima pernikahan mereka. Jessica menampar dan menyalahkan John karena Mark sakit sepulang mereka berenang. John terlalu asyik bermain-main dengan Mark sehingga tidak menyadari betapa Mark sangat sensitive terhadap dinginnya air kolam renang, yang mengakibatkan Mark terpaksa dirawat dirumah sakit.

Jessica mengancam akan meninggalkan John apabila terjadi apa-apa dengan Mark. Jessica melihat genangan air mata di mata John, namun kekerasan hatinya lebih menguasainya ketimbang perasaan John.

Tetapi Malaikat tahu betapa saat itu John lantas menuju ke Kapel rumah sakit dan memanjatkan doanya sambil menangis..” Tuhan..Tadi Jessica menamparku karena kelalaianku menjaga Mark sehingga dia sakit.. Belum pernah Jessica bersikap dan berkata sekasar itu padaku, Tuhan..Tapi tidak apa-apa..Jessica benar-benar kuatir terhadap anak kami sehingga ia bersikap demikian..Tapi Tuhan, aku begitu terluka saat ia mengatakan akan meninggalkanku. Engkau tahu betapa ia adalah belahan jiwaku. Jangan biarkan hal itu terjadi, Tuhan..Mungkin dia begitu dikuasai kekuatiran sehingga melampiaskannya padaku..Tidak apa-apa, Tuhan..Tidak apa-apa. Asal dia mendapat ketenangan, aku akan merasa bersyukur sekali.. Dan sembuhkanlah putera kami, Mark agar dia boleh kembali dapat ceria dan bermain-main bersama kami lagi, Tuhan..”

Tahun keenam pernikahan mereka.. Jessica semakin menjaga jarak dengan John setelah kehadiran Rebecca, puteri mereka..Jessica tidak pernah lagi menemani John makan malam karena menjaga puteri mereka yang baru berusia 5 bulan..

Jessica juga menjual kalung berlian pemberian John dan menggantinya dengan perhiasan lain yang lebih baru. Ketika John mengetahui hal itu, Jessica tau John menahan amarahnya, namun Jessica berdalih, “John, itu hanya kalung berlian biasa. Lagipula, aku bukan menjualnya, melainkan menukarnya dengan perhiasan yang lebih baru..”

Tetapi Malaikat tahu betapa malam-malam setelah Jessica terlelap, John memanjatkan doanya..“Tuhan, Aku begitu kesepian melewatkan makan malam sendirian tanpa Jessica bersamaku.. Aku begitu ingin terus bercerita dan tertawa bersamanya di meja makan..Engkau tau, itulah penghiburanku untuk melepas kepenatanku setelah seharian bekerja di kantor..Tapi tidak apa-apa..Rebecca tentu lebih membutuhkan perhatiannya daripadaku.. Lagipula, Mark kadang-kadang mau menemaniku.. Hanya saja, jangan biarkan aku memendam sakit hati kepada Jessica karena menjual kalung pemberianku. Engkau tau begitu lama aku menabung dan bekerja ekstra demi menghadiahinya kalung itu, hanya untuk membuktikan terima kasihku padanya atas kesetiaan dan pengabdiannya sebagai istriku dan ibu dari anak-anakku. Ampuni aku apabila tadi aku sempat berpikir untuk marah padanya..”

Tahun ketujuh pernikahan mereka.. Jessica sama sekali tidak mengindahkan kebiasaannya membelai kepala John dan mencium kening suaminya sebelum John berangkat kantor. Padahal Jessica tau, selama ini apabila dia lupa melakukannya, John selalu kembali kerumah siang hari demi mendapatkan belaian dan ciuman Jessica untuknya. Karena John tidak akan pernah tenang bekerja apabila hal itu belum dilakukan Jessica padanya..Jessica tidak mengucapkan I LOVE YOU untuk kali pertama dalam 7 tahun pernikahan mereka..

Dan di tahun ketujuh itu pula, John mengalami kecelakaan saat akan berangkat ke kantor.. Ia mengalami pendarahan yang hebat, yang membuatnya terbaring tidak sadarkan diri di ranjang rumah sakit..

Jessica begitu terguncang dan terpukul.. Ia begitu takut kehilangan John, suami yang dicintainya. Yang selalu ada kapan saja dia butuhkan. Yang selalu dengan tersenyum menampung semua emosi dan kemarahannya. Yang tak pernah berhenti mengatakan betapa John mencintainya. Tak sedikitpun Jessica beranjak dari sisi tempat tidur John. Tangannya menggenggam erat jemari suaminya yang terbaring lemah tak sadarkan diri. Bibirnya terus mengucapkan I LOVE YOU, karena ia ingat kalau ia belum mengatakan kalimat itu hari ini.

Karena begitu sedih dan lelah menunggui John, Jessica tertidur. Dalam tidurnya, malaikat yang selama ini mendengar doa-doa John pada Tuhan membawa Jessica melihat setiap malam yg John lewatkan untuk mendoakan Jessica. Ia menangis sedih melihat ketulusan dan rasa cinta yg besar dari John padanya. Tak sedikitpun John menyalahkannya atas semua sikapnya yang tidak mempedulikan perasaan dan harga diri John selama ini. Alih-alih demikian, John malahan menyalahkan dirinya sendiri. Jessica menangis menahan perasaannya. Dan untuk kali pertama dalam hidupnya, Jessica berdoa, “Tuhan, ampuni aku yang selama ini menyia-nyiakan rasa cinta suamiku terhadapku. Ampuni aku yang tidak memahami perasaan dan harga dirinya selama ini. Beri aku kesempatan untuk menunjukkan cintaku pada suamiku, Tuhan… Beri aku kesempatan untuk meminta maaf dan melayaninya sebagai suami yang kucintai..”

Dan ketika Jessica terbangun, Ia melihat pancaran kasih suaminya menatapnya..” Kamu keliatan begitu lelah, sayang.. Maafkan aku yang tidak berhati-hati menyetir sehingga keadaannya mesti jadi begini dan membuatmu kuatir. Aku tidak konsentrasi saat menyetir karena memikirkan bahwa kau lupa mengatakan I LOVE YOU padaku..” Belum selesai John berbicara, Jessica lantas menangis keras dan menghambur ke pelukan suaminya..

“Maafkan aku, John..Maafkan aku..I LOVE YOU..I really Love you..Kaulah matahariku, John..Aku tidak bisa bertahan tanpamu..Aku berjanji tidak akan pernah lupa lagi mengatakan betapa aku mencintaimu. Aku berjanji tidak akan pernah mengabaikan perasaan dan harga dirimu lagi. I LOVE YOU, John..I LOVE YOU.”




Sumber : Elia Stories

Senin, 18 April 2011

My 10th Wedding Anniversary



(22 April 2001 - 22 April 2011)

Kepastian itu ketika kau katakan; Aku ingin memiliki pendamping yang memiliki prinsip, dan saat itulah aku membayangkan langkah-langkah selanjutnya. Tidak ada yang dapat menghalangi saat kata itu terucap dari mulutmu.

Tak terasa sudah 10 tahun kata-kata itu keluar dari mulutmu yang akhirnya kita ikat dalam komitmen hidup bersama sampai maut memisahkan tepatnya tanggal 22 April 2001 yang disaksikan oleh Dia, teringat kembali bagaimana kau hampir jatuh ketika hendak menciumku didepan altar dan para handai taulan xixixixi.

Walau hampir 2 minggu kita tinggal dirumah nan sejuk rumah orang tuaku itu adalah proses pengenalan terhadap orang tuaku yang shock kalau anaknya yang bungsu sudah memiliki wanita yang disebut istri.

Kau sadari bahwa untuk meramaikan rumah kontrakan yang kita tempati, tepatnya tanggal 09 Februari 2002 tentu karena Kasih-Nya, kau berikan warna yang indah dalam kehidupan kita dengan lahirnya Reyhan AP Putra pertama kita, dan semakin giatlah aku bekerja walau itu tidak mempengaruhi penambahan penghasilan karena papa hanya total di PNS.

Saat itu papa hanya berdoa semoga Tuhan memberkati financial kita karena sangat papa sadari, banyak hal yang kita tahan karena keterbatasan kita, namun karena kebesaran-Nya kita pun tak pernah kekurangan walaupun tidak berlebihan.

Dipenghujung tahun 2003 Tuhan memberi kesempatan kepada kita untuk memiliki rumah sendiri, walau ada sedikit rasa kecewa ketika kau tetap bertahan ingin tinggal di kontrakan hanya karena rumah yang kita beli masih asli dan lokasinya masih sepi dari keramaian, kuusahakan meminjam keteman kuliahku dulu yang kuanggap kaya dan baik hanya sekedar untuk membuat pagar dan rehap sedikit agar kau mau pindah dan ternyata pemikiranku salah dalam uang, tidak ada teman yang kaya dan baik. Namun Kuasa-Nya bekerja sehingga kitapun sah menempati rumah baru tepatnya dibulan Mei 2003.

Pada tanggal 21 Nopember 2004 kau berikan aku anak laki-laki (ke-2) yang guanteng dan dengan kesepakatan kita (gue sih) kita beri nama Mario TP. Menambah keramaian rumah kita yang besar.

Masih kuingat saat itu aku selalu mencatat setiap berkat yang Tuhan berikan kepada kita dan akhirnya aku pun tak sanggup mencatatnya. Karena Allah yang kita sembah memberikan berkat yang terlalu besar dan tak mampu lagi kucatat.

Dibulan Agustus sedikit genit Dokter Kandungan Sitorus menyarankan anak kita yang ke-3 yang sudah kau gendong selama hampir 9 bulan, dilakukan ceasar tepat pada tanggal 17 Agustus 2009 dan lahirlah anak laki-laki yang kita beri nama Pramudya RP.


Sungguh Tuhan begitu baik, lalu apakah alasanku untuk tidak mencintaimu dengan memberikan seluruh pemikiran ini untuk kebahagiaan kita. Harus ku akui bahwa dunia ini sungguh menawarkan segalanya bahkan menggoda bagi setiap orang. Untuk itulah kita perlu untuk berdoa bersama secara simultan agar apa yang kita janjikan di depan Altar tidak termakan oleh ngengat.

Jika dunia bisa mengira-ngira melalui survey maupun penelitian yang dianggap handal usia pernikahan setelah 10 tahun akan cenderung jenuh. Sekali lagi aku pastikan kepada orang yang paling kucintai dibumi ini Istriku yang setia menemaniku karena anak2 ku pasti akan meninggalkan kita dengan istrinya kelak, bahwa survey orang2 bodoh itu tidak akan terjadi dengan satu syarat.. Pastikan Tuhan sebagai kepala rumah tangga kita.

Sebagai suami ku akui seringkali air matamu keluar melihat kegenitanku diluar sana yang sejujurnya adalah karena rasa cintamu pada papa yang ganteng ini sehingga jika ada wanita muda, dengan mesra memanggil abang kau pun cemburu, karena mama merasa tua dan tidak mampu bersaing... yang sebenarnya itu adalah cara berfikir normal manusia...

Yuli Aryanti, nama yang dikenalkan oleh Kiki Watori kini sudah sepuluh tahun usia pernikahan kita... Ingin rasanya papa membelikanmu mobil seperti yang dimiliki oleh Melinda Dee atau mengajakmu ke pukhet seperti Gayus membawa keluarganya kesana... terlebih di hari ulang tahun pernikahan kita... tapi kuputuskan jika seandainya papa memiliki uang seperti yang dimiliki mereka sebaiknya uang itu diberikan kepada para hamba Tuhan yang setia melayani di Afrika atau belahan bumi yang tidak ingin disinggahi orang.. karena dengan begitu mungkin akan lebih bermanfaat.

Yuli Aryanti, yang dapat papa berikan dihari ulang tahun pernikahan kita yang ke-10 ini adalah menuliskan Kisah ini, doa dan harapan ini di blog Keep In Mind dan Notes Facebook papa...

Doaku :

Allah yang disembah Abraham, Allah yang disembah Musa, Allah itu pula yang kusembah yang melalui Yesus Sang penebus, berkatilah pernikahan kami yang ke-10 ini, ajarlah kami untuk mengajari anak-anak yang kau percaya yang berguna bagi manusia lainnya dan terutama dapat Engkau pakai sebagai berkat bagi setiap insan sehingga Nama-Mu dimuliakan. Sebagai Suami bimbing aku hari demi hari agar dapat menjadi suami yang baik bagi istriku, dan ayah yang baik buat anak-anakku, serta menjadi sosok yang berguna bagi saudara-saudaraku dan yang terutama sebagai hamba yang dapat membawa damai yang dari-Mu.
Amin









Karawang, H-4 22 April 2011

With Love from Papa to Yuli Aryanti, Pramudya Roderic P, Mario Theodoric P, Reyhan Audirc P

Kamis, 14 April 2011

Doa Seorang Anak Kecil


Suatu ketika, ada seorang anak yang sedang mengikuti sebuah lomba mobil balap mainan. Suasana sungguh meriah siang itu, sebab, ini adalah babak final. Hanya tersisa 4 orang sekarang dan mereka memamerkan setiap mobil mainan yang dimiliki. Semuanya buatan sendiri, sebab, memang begitulah peraturannya.

Ada seorang anak bernama Mark. Mobilnya tak istimewa, namun ia termasuk dalam 4 anak yang masuk final. Dibanding semua lawannya, mobil Mark lah yang paling tak sempurna. Beberapa anak menyangsikan kekuatan mobil itu untuk berpacu melawan mobil lainnya. Yah, memang, mobil itu tak begitu menarik. Dengan kayu yang sederhana dan sedikit lampu kedip diatasnya, tentu tak sebanding dengan hiasan mewah yang dimiliki mobil mainan lainnya. Namun, Mark bangga dengan itu semua, sebab, mobil itu buatan tangannya sendiri.

Tiba lah saat yang dinantikan. Final kejuaraan mobil balap mainan. Setiap anak mulai bersiap di garis start, untuk mendorong mobil mereka kencang-kencang. Di setiap jalur lintasan, telah siap 4 mobil, dengan 4 "pembalap" kecilnya. Lintasan itu berbentuk lingkaran dengan 4 jalur terpisah diantaranya.

Namun, sesaat kemudian, Mark meminta waktu sebentar sebelum lomba dimulai. Ia tampak berkomat-kamit seperti sedang berdoa. Matanya terpejam, dengan tangan yang bertangkup memanjatkan doa. Lalu, semenit kemudian, ia berkata, "Ya, aku siap!". Dorr. Tanda telah dimulai. Dengan satu hentakan kuat, mereka mulai mendorong mobilnya kuat-kuat. Semua mobil itu pun meluncur dengan cepat. Setiap orang bersorak-sorai, bersemangat, menjagokan mobilnya masing-masing. "Ayo..ayo...cepat..cepat, maju..maju" , begitu teriak mereka. Ahha...sang pemenang harus ditentukan, tali lintasan finish pun telah terlambai. Dan, Mark lah pemenangnya. Ya, semuanya senang, begitu juga Mark.

Ia berucap, dan berkomat-kamit lagi dalam hati. "Terima kasih." Saat pembagian piala tiba. Mark maju ke depan dengan bangga. Sebelum piala itu diserahkan, ketua panitia bertanya. "Hai jagoan, kamu pasti tadi berdoa kepada Tuhan agar kamu menang, bukan?". Mark terdiam. "Bukan, Pak, bukan itu yang aku panjatkan" kata Mark. Ia lalu melanjutkan, "Sepertinya, tak adil untuk meminta pada Tuhan untuk menolongku mengalahkan orang lain. "Aku, hanya bermohon pada Tuhan, supaya aku tak menangis, jika aku kalah." Semua hadirin terdiam mendengar itu. Setelah beberapa saat, terdengarlah gemuruh tepuk-tangan yang memenuhi ruangan.

Teman, anak-anak, tampaknya lebih punya kebijaksanaan dibanding kita semua. Mark, tidaklah bermohon pada Tuhan untuk menang dalam setiap ujian. Mark, tak memohon Tuhan untuk meluluskan dan mengatur setiap hasil yang ingin diraihnya. Anak itu juga tak meminta Tuhan mengabulkan semua harapannya. Ia tak berdoa untuk menang, dan menyakiti yang lainnya. Namun, Mark, bermohon pada Tuhan, agar diberikan kekuatan saat menghadapi itu semua. Ia berdoa, agar diberikan kemuliaan, dan mau menyadari kekurangan dengan rasa bangga. Mungkin, telah banyak waktu yang kita lakukan untuk berdoa pada Tuhan untuk mengabulkan setiap permintaan kita. Terlalu sering juga kita meminta Tuhan untuk menjadikan kita nomor satu, menjadi yang terbaik, menjadi pemenang dalam setiap ujian. Terlalu sering kita berdoa pada Tuhan, untuk menghalau setiap halangan dan cobaan yang ada di depan mata. Padahal, bukankah yang kita butuh adalah bimbingan-Nya, tuntunan-Nya, dan panduan-Nya? Kita, sering terlalu lemah untuk percaya bahwa kita kuat. Kita sering lupa, dan kita sering merasa pesimis dengan kehidupan ini. Tak adakah semangat perjuangan yang mau kita lalui? Saya yakin, Tuhan memberikan kita ujian yang berat, bukan untuk membuat kita lemah dan mudah menyerah. Sesungguhnya, Tuhan sedang menguji setiap hamba-Nya yang beriman. Jadi, teman, berdoalah agar kita selalu tegar dalam setiap ujian. Berdoalah agar kita selalu dalam lindungan-Nya saat menghadapi itu semua.


Iman Seorang Anak Kecil


“Tuhan sayang,” putra kecilku berbisik, “Aku berdoa kepada-Mu berikanlah papa dan mama seorang bayi.”

Setelah berdoa selama 4 tahun meminta kepada Tuhan agar diberikan anak kedua, kami kemudian menyadari mungkin Tuhan tidak berkehendak agar kami memiliki anak lagi. Namun, setiap malam putra kecil kami Steven berdoa tanpa henti meminta seorang adik. Apa yang bisa kami lakukan untuk memintanya berhenti berdoa?

Ketika doa Steven menjadi dilema bagiku, Tuhan menunjukkan jalan-Nya kepadaku. Tepat sebelum ulang tahunnya yang ke-5, saya dan Steven sedang duduk di meja makan kecil miliknya sambil menikmati selai kacang dan sandwich jelly. Steven kemudian melihat ke arahku, dan dengan tampang serius penuh kebijaksanaan ia kemudian bertanya, “Ma, pernahkah terpikir oleh mama kalau Tuhan mungkin menginginkan supaya mama hanya memiliki satu anak saja?”

“Ya, anakku. Mama sudah memikirkan hal itu,” jawabku. “Dan jika memang harus seperti itu, mama senang karena Tuhan telah memberikan mama segalanya dalam satu paket ketika Tuhan memberikan kamu, putra kecil mama.”

“Well, saya pikir yang harus kita lakukan adalah terus berdoa sampai mama sudah terlalu tua untuk memiliki bayi lagi. Dan saat itulah kita akan tahu jawabannya.”

Steven belum mengerti berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk berdoa sampai saya “terlalu tua”. Yang dia tahu Sarah dalam kisah kitab suci berumur 90 tahun ketika ia melahirkan Ishak. Tapi apapun hasilnya, Steven tidak mempermasalahkan jika Tuhan pada akhirnya mengatakan tidak. Putraku tahu saya juga sering berkata tidak kepadanya, namun itu tidak berarti bahwa saya tidak mengasihinya. Namun hal itu justru menunjukkan, “Kami orangtuamu, dan kami tahu apa yang terbaik bagimu.”

Tuhan telah memberikan sebuah pelajaran besar kepada saya hari itu. Melalui iman seorang anak kecil seperti Steven, Tuhan memberikan contoh kepada saya bagaimana saya harus bersikap untuk mempercayai Tuhan yang begitu mengasihiku dan tahu dengan persis apa yang terbaik bagiku... dan terkadang itu berarti tetap menerima ketika jawaban yang diberikan-Nya atas doa kita adalah tidak.

Judul asli : friend to friend
written by Sharon Jaynes

Permohonan Gadis Kecil


Gadis Cilik yang Berani Memohon Ketika Amy Hagadorn berjalan melewati sebuah sudut di lorong dekat kelasnya, ia berpapasan dengan seorang anak laki-laki jangkung siswa kelas lima yang berlari dari arah berlawanan. "Pakai matamu, Bodoh," maki anak laki-laki itu, setelah berhasil berkelit dari murid kelas tiga bertubuh kecil yang hampir ditabraknya. Kemudian, dengan mimik mengejek, anak laki-laki itu memegang kaki kanannya dan berjalan menirukan cara berjalan Amy yang pincang. Amy memejamkan matanya beberapa saat. Abaikan saja dia, katanya dalam hati sambil berjalan lagi menuju ke kelasnya. Akan tetapi, sampai jam pelajaran terakhir hari itu Amy masih memikirkan ejekan anak laki-laki jangkung itu. Dan, ia bukan satu-satunya orang yang mengganggunya.

Sejak Amy mulai duduk di kelas tiga, ada saja anak yang mengganggunya setiap hari, mengejek cara bicaranya atau cara berjalannya. Kadang-kadang, walaupun di dalam kelas yang penuh dengan anak-anak, ejekan-ejekan itu membuatnya merasa sendirian. Di meja makan malam itu, Amy tidak bicara. Karena tahu ada yang tidak beres di sekolah, Patti Hagadorn dengan senang hati berbagi kabar menggembirakan dengan putrinya. "Di sebuah stasion radio ada lomba membuat permohonan Natal," kata sang ibu. "Coba tulis surat kepada Santa Klaus, siapa tahu kau memenangkan hadiahnya. Kupikir setiap anak yang mempunyai rambut pirang bergelombang di meja ini harus ikut."Amy tertawa, lalu ia mengambil pensil dan kertas. "Dear Santa Klaus," tulisnya sebagai pembuka. Ketika Amy sedang asyik membuat suratnya yang paling baik, semua anggota keluarga mencoba menebak permohonannya kepada Santa Klaus. Adik Amy, Jamie, dan ibunya sama-sama menebak bahwa yang paling mungkin diminta oleh Amy adalah boneka Barbie setinggi satu meter. Ayah Amy menebak bahwa putrinya meminta sebuah buku bergambar. Akan tetapi, Amy tidak bersedia mengungkapkan permohonan Natal-nya yang rahasia.

Di stasiun radio WJLT di Fort Wayne, Indiana, suat-surat yang datang untuk mengikuti lomba Permohonan Natal tumpah seperti air bah. Para karyawan stasiun radio dengan senang hati membaca bermacam-macam hadiah yang diinginkan oleh anak-anak laki-laki dan perempuan dari seluruh kota untuk perayaan Natal. Ketika surat Amy tiba di stasium radio itu, manajer Lee Tobin membacanya dengan cermat. "Santa Klaus yang Baik, Nama saya Amy. Saya berusia sembilan tahun. Saya mempunyai masalah di sekolah. Dapatkah Anda menolong saya, Santa? Anak-anak menertawakan saya karena cara berjalan saya, cara berlari saya, dan cara bicara saya. Saya menderita cerebral palsy. Saya hanya meminta satu hari saja yang dapat saya lewati tanpa ada orang menertawai atau mengejek saya. Sayang selalu, Amy.

Hati Lee terasa nyeri ketika membaca surat itu: Ia tahu cerebral palsy adalah kelainan otot yang tampak aneh bagi teman-teman sekolah Amy. Menurutnya ada baiknya bila semua orang di Fort Wayne mendengar tentang gadis cilik dengan permohonan Natalnya yang tidak lazim. Pak Tobin menelepon sebuat koran setempat. Keesokan harinya, foto Amy dan suratnya kepada Santa mengisi halaman depan The News Sentinel. Kisah itu menyebar dengan cepat. Surat kabar, stasiun radio, dan televisi di seluruh negeri memberitakan kisah gadis cilik di Fort Wayne, Indiana, yang hanya mengajukan sebuah permohonan sederhana, namun baginya merupakan hadiah Natal paling istimewa-satu hari tanpa ejekan. Tiba-tiba, tukang pos menjadi langganan di rumah keluarga Hagadorn. Amplop berbagai ukuran yang dialamatkan kepada Amy datang setiap hari dari anak-anak dan orang dewasa dari seluruh negeri, berisi kartu-kartu ucapan selamat berlibur dan kata-kata penghiburan.

Selama masa Natal yang sibuk itu, lebih dari dua ribu orang dari seluruh dunia mengirimkan surat persahabatan dan dukungan kepada Amy. Sebagian penulis surat itu cacat; sebagian pernah menjadi sasaran ejekan ketika kanak-kanak, tetapi tiap penulis mempunyai sebuah pesan khusus bagi Amy. Lewat kartu-kartu dan surat-surat dari orang-orang asing itu, Amy merasakan sebuah dunia penuh dengan orang-orang yang betul-betul saling peduli. Ia sadar tidak ada ejekan dalam bentuk apa pun yang akan pernah membuatnya merasa kesepian. Banyak orang berterima kasih kepada Amy atas keberaniannya mengungkapkan isi hati. Yang lain mendorongnya bertahan terhadap ejekan-ejekan dan tetap tampil dengan tengadah.

Lynn, seorang siswi kelas enam dari Texas, mengirim pesan sebagai berikut: Aku senang menjadi temanmu, dan bila kau mau mengunjungi aku, kita dapat bersenang-senang. Tidak seorang pun akan mengejek kita, karena kalau mereka demikian, kita tidak usah mendengarkan. Permohonan Amy untuk menikmati satu hari khusus tanpa ada yang mengganggu terpenuhi di sekolahnya, South Wayne Elementary School. Selain itu, setiap orang di sekolah memberikan sebuah bonus tambahan. Guru dan murid berdiskusi tentang bagaimana perasaan orang yang diejek. Tahun itu, walikota Fort Wayne secara resmi menyatakan 21 Desember sebagai Hari Amy Jo Hagadorn untuk seluruh kota. Walikota menerangkan bahwa dengan keberanian mengajukan permohonan seperti itu, Amy mengajarkan sebuah pelajaran universal. "Siapa pun," kata walikota, "ingin dan berhak diperlakukan dengan hormat, bermartabat, dan hangat."

Rabu, 09 April 2008

Just Pray

"Father, in the name of Jesus, I come before You, confessing my need for You, and crying out to you from the bottom of my heart. Lord, You've said that you are near to those whose hearts are breaking and that you give grace to the humble. I humble myself before you now...I cast down any pride or self-justification that I would hide behind, and I present myself to you as I truly am--weak and helpless and despairing of my very life. I know there is no other Rock but You, and I turn to You with all of my heart. Father, please forgive my sin! I open myself up to receive Your cleansing, Your healing, Your forgiveness, and Your faith, hope and love into my being. I receive your love as a river, washing over the dry wasteland of my emotions. I see that in Your river there is life, and that every place your river touches in me is revived. I cast all my cares, my sorrows, my disappointments into that river and I let the current of Your spirit carry them far away. I believe You, when You say that You think good thoughts about me, and that Your plans are to give me a future and a hope. I believe You when You say that You knew who I was even before my mother conceived me--and that You wanted me to be alive on the earth right now. Thank you for giving me life! Thank you for working all things in my life for good! Thank you that I can call on your Name and You will be near me. Thank you for bearing all my weaknesses and diseases on the cross, and healing me, spirit, soul and body."

Keep A Little Prayer

Dear Heavenly Father, Thank You for Your love and patience with all of us as Your children. Father, we ask You to deliver us from pride and foolishness and give us Your wisdom. Give us the strength to do all that is before us each day. May we do our work as unto You and not unto men. May our labors count for something. Let us lead good and pure lives before those whom we live and work with. Lord, deliver us from the temptation to lie. May truthfulness always be found upon our tongues. Help me to be a good witness to all that I come in contact with. I ask this in the name of Jesus. Amen.