Senin, 02 Mei 2011

BUAH INJIL


Yohanes 15:8

Dalam hal inilah BapaKu dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah
banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-muridKu."

Yohanes 15:16

Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan
Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan
buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam namaKu,
diberikanNya kepadamu.

Roma 1:13-15

Saudara-saudara, aku mau, supaya kamu mengetahui, bahwa aku telah
sering berniat untuk datang kepadamu - tetapi hingga kini selalu aku
terhalang - agar di tengah-tengahmu aku menemukan buah, seperti juga di
tengah-tengah bangsa bukan Yahudi yang lain.
Aku berhutang baik kepada orang Yunani, maupun kepada orang bukan
Yunani, baik kepada orang terpelajar, maupun kepada orang tidak
terpelajar. Itulah sebabnya aku ingin untuk memberitakan Injil kepada
kamu juga yang diam di Roma.

Kolose 1:6

Injil itu berbuah dan berkembang di seluruh dunia, demikian juga
di antara kamu sejak waktu kamu mendengarnya dan mengenal kasih karunia
Allah dengan sebenarnya.




Kali ini kita akan membicarakan tentang buah yang terakhir dari
orang Kristen, yaitu buah Injil, yaitu untuk membawa orang lain pada
Tuhan. Betapa banyak orang Kristen, yang sudah menjadi Kristen
berpuluh-puluh tahun, belum pernah membawa satu jiwa pada Tuhan. Hidup
kemiskinan rohani adalah hidup yang senantiasa mau memelihara diri
untuk bereksistensi saja, tetapi tidak mempunyai kekuatan yang
berkelebihan untuk mengalir keluar bagi orang lain.

Dalam Yoh 10:10 Tuhan Yesus berkata bahwa Ia datang supaya kita
memiliki hidup, dan hidup yang berkelimpahan. Di sini kita melihat ada
2 hal yang berbeda, yaitu hidup dan hidup yang berkelimpahan. Jika
kita memiliki hidup yang berkelimpahan, maka kita bukan saja dapat
menjaga diri, tetapi kita mempunyai kekuatan untuk melayani orang lain.
Hidup yang papa dan hidup yang limpah bedanya terletak pada menurut
pelayanan dari orang lain, ataukah menuntut diri terus menerus untuk
melayani.

Berbuah adalah bukti hidup. Sebagai orang Kristen juga demikian.
Jikalau kita mau berbuah Injil, berarti kita melalui Injil yang kita
terima itu kita sadar, kita alami kuasa perubahan luar biasa dari Roh
Kudus yang memperanakkan kita. Jika kita tidak mengalami kuasa Injil
dari Tuhan, maka kita tidak dapat disebut sebagai orang Kristen sejati.

Kalau kita mau berbuah membawa orang lain datang kepada Tuhan, itu
kita membutuhkan beberapa kesadaran yang besar, yaitu:


1. KESADARAN AKAN BERAPA BESARNYA NILAI JIWA.

Pengenalan nilai sangat menentukan sikap kegiatan dalam berusaha.
Apa sebabnya ada orang yang rela pergi meninggalkan usahanya yang cukup
besar, khusus untuk belajar sesuatu yang sama sekali tidak bisa
menghasilkan banyak uang? Karena mereka merasa ada nilai dalam bidang
yang lain. Nilai yang memberikan konsep yang baru akan menyebabkan
seseorang memilih yang lain. Demikian juga dengan banyak orang yang
sebenarnya mempunyai suatu hari depan yang terjamin, tetapi karena
konsep nilai yang sudah dirubah oleh Tuhan, mereka meninggalkan usaha
mereka dan menjadi hamba Tuhan. Tuhan Yesus pernah berkata: "Apa
gunanya engkau mendapatkan seisi dunia tetapi kehilangan nyawamu?" Di
sini Tuhan Yesus berusaha memberikan pengetahuan kepada kita tentang
nilai jiwa yang lebih dari seluruh dunia. Mujizat yang terbesar ialah
kalau orang berdosa, dengan kuasa Kristus, bertobat, menjadi orang
Kristen. Inilah yang kekal, inilah yang terjadi untuk selama-lamanya.
Jika ada satu orang bertobat, seorang berobah dan datang kepada Tuhan
Yesus, menjadi orang Kristen, dan diampuni dosanya serta dia
mendapatkan hidup yang baru, itu mujizat yang bertahan sampai selama-
lamanya, itu kekal.


2. KITA MEMERLUKAN KESERIUSAN DALAM MENANGGAPI DAN MEMIKIRKAN TENTANG
KEKEKALAN.

Kita harus juga dengan penuh keseriusan menanggapi sifat
kekekalan. Setiap manusia adalah suatu makhluk yang mempunyai jiwa
kekal. Apa artinya kekal? Billy Graham pernah berusaha memberikan
arti "kekal" ini. Ia berkata: Kekal berarti selama-lamanya, kekal itu
berarti tidak ada habis-habisnya. Banyak orang berkata bahwa sesudah
mati lalu selesai. Tetapi sesungguhnya sesudah mati tidak selesai!
Sesudah itu kita masuk ke dalam kekekalan, yang tidak habis-habis.
Kalau jiwa itu selama-lamanya maka kita tidak boleh menghina siapapun
juga sebab mereka semua adalah manusia yang diciptakan oleh Tuhan dan
memiliki jiwa kekekalan. Dalam keadaan sadar tentang hal kekekalan
yang serius ini, mau tidak mau kita harus membawa Injil Yesus Kristus
kepada orang lain.

Saya berdoa berkali-kali, berpuluh kali, beratus kali, supaya
gereja menjadi gereja yang misioner, yaitu gereja yang mengutus,
mengabarkan Injil, gereja yang setiap anggotanya adalah anggota yang
berbuah. Gereja yang tidak mengabarkan Injil lebih baik mati! Gereja
yang tidak memikirkan Pekabaran Injil tidak mungkin menjadi gereja yang
bertumbuh. Gereja yang tidak mengabarkan Injil tidak mungkin menikmati
penyertaan dari Tuhan Allah.

Perasaan tanggung jawab dari segala tingkah laku dan perkataan dan
etika kita semua itu berdasarkan kesadaran bahwa saya menghadap kepada
Allah yang kekal. Jika saya menghadap Allah yang kekal maka saya tidak
boleh sembarangan. Jikalau demikian, bolehkah kita melihat orang lain
sebagai orang yang tidak penting? Setiap manusia adalah mahluk yang
bersifat kekekalan, di mana kita perlu mempunyai jiwa yang mengasihi
kepada mereka dan kita serius pada mereka. Waktu kita melihat
seseorang, lihatlah dia adalah peta dan teladan Allah yang sedang
menuju ke neraka. Inilah mahluk yang punya kekekalan dan memerlukan
berita Injil.


3. KESADARAN BAHWA BINASA ITU ADA.

Jangan sampai kita ditipu oleh liberalisme, jangan ditipu oleh
ajaran-ajaran yang tidak bertanggung jawab, yang mengatakan tidak ada
neraka, tidak ada penghukuman yang kekal, tidak ada penghakiman
terakhir. Tetapi sesungguhnya kita harus memberitakan kebenaran Firman
Tuhan, kita memberitakan wahyu yang diberitakan pada kita. Apa yang
diberitakan oleh Alkitab kita beritakan, apa yang tidak diberitakan
oleh Alkitab tidak kita beritakan. Alkitab berkata: Ada sorga, ada
neraka.

Sorga dan neraka bukan hanya satu pengertian yang bersifat
superficial begitu saja, tetapi ada arti yang lebih dalam dari itu.
Sorga adalah tempat persatuan antara Sang Pencipta dan yang dicipta
untuk selama-lamanya. Kita akan bergabung dengan sumber kebenaran.
Dan apakah neraka? Dalam neraka kita akan dibuang dari hadapan Allah
yang penuh kasih, kebenaran, kesucian, kebajikan, untuk selama-lamanya.
Hidup tanpa ada kesucian, kasih, kebenaran, dalam siksaan akan akibat
dosa kita sendiri. Jikalau kita mengerti akan apa yang dikatakan
Alkitab ini betul-betul ada dan pasti ada karena ini adalah Firman
Allah, maka akankah kita membiarkan orang masuk ke dalam neraka dengan
begitu saja?


4. KARENA CINTA TUHAN MENDORONG KITA.

Karena cinta Tuhan mendorong kita, maka kita tidak mungkin hidup
tidak membawa jiwa. Kita tidak mungkin hidup hanya bagi diri kita
sendiri saja. Kita menjadi Kristen, didorong cinta kasih Tuhan. Pada
waktu kita jatuh cinta untuk pertama kali pada seseorang, pada waktu
itu kita berkata seolah-oleh tidak bisa lagi hidup tanpa dia.

Sekarang ini kita tidak memberitakan Injil karena kekurangan cinta
Tuhan yang mendorong kita. Waktu Tuhan mendorong kita dengan cinta,
maka kita melihat setiap jiwa itu sebagai sasaran dalam rencana Tuhan
Allah mau memperoleh mereka. Kalau sudah didorong maka tidak mungkin
kita meninggalkan atau membiarkan begitu saja. Kita harus membawa
mereka pada Tuhan. Menurut Alkitab, dalam cinta tidak ada ketakutan.
Kita sering mau mengabarkan Injil kepada seseorang, tapi takut pada
mereka, takut kalau mengabarkan Injil nanti orang itu marah. Tetapi
kalau cinta sudah memenuhi hati kita, kita menjadi lain, kita melihat
jiwa-jiwa itu mempunyai nilai yang istimewa, dan kita didorong untuk
memberitakan Injil kepada mereka.

Kalau kita sebagai orang Kristen tidak pernah berbuah, bagaimana
kita akan bertemu dengan Tuhan kelak. Pagi ini saya bertanya kepada
saudara, sudahkah engkau berbuah? Paulus berkata: "Aku berhutang
kepada orang Yunani, aku berhutang kepada orang bukan Yunani. Aku
berhutang kepada semua orang. Sebab itu aku ingin berbuah di antara
kamu juga." Maukah kita sekarang menjadi orang Kristen yang berbuah?
Tuhan Yesus berkata: "Bukan kamu yang mengutus Aku, tetapi Akulah yang
memilih engkau, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah, dan buahmu itu
tetap."




Khotbah : Pdt. Dr. Stephen Tong
http://www.fica.org/ficalist/fica/teach/stong

Tidak ada komentar: