Selasa, 20 September 2011

Panggilan Surgawi


Iman adalah hal yang harus kita aplikasikan dan harus kita jalankan. Kita telah mempelajari tentang Iman Reformed yang terus mau sesuai dengan Alkitab. Untuk itu, yang pertama-tama harus kita pikirkan adalah panggilan Allah terhadap setiap orang Kristen dari dunia ini. Kita telah dipanggil dari dunia ini untuk menjadi orang Kristen melalui suatu panggilan sorgawi. Namun, untuk apa kita dipanggil menjadi orang Kristen?

Panggilan sorgawi bukanlah panggilan yang secara khusus ditujukan untuk para pendeta, pengkhotbah, penginjil, atau orang-orang yang ditahbiskan lainnya. Panggilan sorgawi adalah panggilan untuk setiap orang percaya, setiap umat pilihan Allah, untuk melakukan kehendak sorgawi Allah di tengah dunia ini. Panggilan sorgawi ini dinyatakan di dalam Ibrani 3:1. Di sini dinyatakan bahwa kita dipanggil untuk dilibatkan dalam satu pasukan, satu kelompok minoritas, yang menjalankan tugas sorga untuk menjadi saksi Tuhan di atas bumi. Orang Kristen dipanggil untuk keluar dari kemelut dosa, kemelut kenajisan hidup, dan kebinasaan dunia ini yang telah dibuang oleh Tuhan. Kita dipanggil untuk berbagian di dalam kodrat ilahi. Kita bisa berbagian dalam sifat moral Allah, sehingga kita bisa memiliki kesucian ilahi, keadilan ilahi, kebenaran ilahi, kebajikan ilahi, dan cinta kasih ilahi.

Paulus berkata, “Teladanilah aku, sama seperti aku meneladani Kristus.” Orang yang meneladani Kristus berhak berseru agar orang lain meneladani dia. Kalau seorang pemimpin tidak mengikuti dan meneladani Tuhan Yesus, dia tidak memiliki hak dan kuasa untuk memanggil orang lain mengikut dia lalu mengajak orang bersama-sama dipimpin untuk mengikut Tuhan Yesus. Dari sejak Kejatuhan, Tuhan selalu berseru, “Kembalilah kepada-Ku, tetapkan hatimu pada-Ku, dan janganlah sesat.” Tuhan berseru agar kita tidak tersesat, tidak menyeleweng, dan tidak berbuat dosa. Inilah panggilan sorgawi. Panggilan sorgawi bukan hanya arah, tetapi seluruh hidup, seluruh pikiran, seluruh jiwa, dan seluruh tindakan kita kembali kepada Tuhan. Setiap inci hidup kita harus dikuasai kembali oleh Tuhan. Ini yang dikatakan oleh seorang theolog dan negarawan Belanda, Abraham Kuyper. Seluruh hidup kita harus diperlengkapi untuk menjadi saksi bagi kemuliaan Tuhan.

Kita dipanggil untuk menyatakan kuasa kesucian Tuhan, yang memanggil kita dari gelap kepada terang-Nya yang ajaib. Dan kini kita bisa memproklamirkan itu ke tengah dunia. Kita bisa bersaksi karena kita telah berpartisipasi di dalam hidup terang itu. Memang yang dicipta berbeda secara kualitatif dari Pencipta, tetapi kita bisa berbagian di dalam sifat moral ilahi-Nya. Di dalam theologi Reformed kita mengharapkan kita dapat berpikir sesuai dengan pikiran Tuhan, merasa seperti perasaan Tuhan, menghendaki apa yang Tuhan kehendaki. Yesus berkata, “Bukankah seharusnya hati-Ku selalu berada di rumah Bapa-Ku?” Dengan demikian hidup kita disinkronkan dengan hidup, kehendak, kuasa, rencana Tuhan, sehingga kita boleh menjadi saksi Dia di dalam dunia. Kita dipanggil menjadi orang demikian.

Tuhan bukan pengemis yang membutuhkan sebagian dari milik kita. Ia adalah Tuan yang berhak memiliki seluruh hidup kita. Tuhan menginginkan seluruh hidup kita. Dia menuntut penyerahan total kita kepada-Nya. Tuhan tidak menghendaki sisa-sisa hidup kita. Ia meminta seluruh yang terbaik dari hidup kita, karena Ia Pemilik hidup kita. Sering orang hanya menyediakan sisa waktu, sisa uang untuk Tuhan. Berikan yang terbaik untuk Tuhan karena Ia yang memberikan hidup kepadamu. Mengapa perusahaan-perusahaan besar di dunia berhak mendapatkan otak-otak yang paling pandai karena mereka bisa memberi gaji yang besar, sementara Tuhan diberi otak yang paling bebal? Saya harus memberi teladan untuk memberikan yang terbaik bagi Tuhan. Saya hanya mengabdikan seluruh hidup saya untuk Tuhan. Saya memeras hidup saya, talenta, uang, keluarga saya, dan apa saja yang Tuhan berikan kepada saya untuk kemuliaan Tuhan. Saya hanya berkata, “Kalau Tuhan mau memakai saya, saya akan menyerahkan seluruh hidup saya bagi Tuhan.” Bolehkah kalian juga berkata demikian?

Mengapa kita dipanggil? Kita dipanggil secara umum untuk menjadi saksi. “Kamu adalah terang dunia; kamu adalah garam dunia.” Di mana sinar bercahaya, itu kelihatan; sedangkan di mana garam mencairkan diri, itu tidak kelihatan. Cahaya yang bersinar, berinisiatif; garam yang menghancurkan diri dalam masakan, juga berinisiatif. Ketika cahaya mau terus-menerus menerangi, dia harus terus menghancurkan diri. Ketika garam mau terus-menerus menggarami, dia harus terus menerus melelehkan diri. Tanpa penyangkalan dan pengorbanan diri, tidak ada berkat bagi orang lain, tidak ada kesaksian bagi kemuliaan Tuhan. Yang penting bukan engkau dari keluarga kaya atau miskin, engkau bergelar apa, tetapi yang terpenting adalah engkau menyala. Itulah pelayanan.

Petrus berkata kita dipanggil untuk mengikuti jejak kaki Yesus Kristus. Dari Betlehem yang melambangkan inkarnasi, turun dari kemuliaan, turun dari kehormatan, turun dari takhta yang tinggi lalu turun ke tempat kandang binatang merendahkan diri. Inilah jejak langkah Kristus. Dan langkah terakhir di bumi adalah Dia naik ke salib, dipaku, digantung, dikutuk, diludahi, diejek-ejek oleh orang. Yesus telah menjadi teladan di dalam segala zaman dan kita dipanggil untuk mengikuti teladan-Nya. Jika selama engkau melayani pernah diejek, pernah difitnah, pernah dimaki-maki, pernah dikutuk, pernah dihina, pernah dipermalukan, bersyukurlah karena engkau berada di dalam jejak kaki Yesus Kristus. Pelayanan yang terus minta dipuji, dihormati, mengakibatkan engkau lebih mirip setan, sedangkan pelayanan yang banyak diejek, dilawan, diiri, dibenci, dikutuk, mengakibatkan engkau lebih mirip Kristus.

Ibu Yakobus dan Yohanes ingin agar kedua anaknya menjadi orang penting di samping Tuhan Yesus. Ini bukan jiwa pelayanan. Pelayanan adalah menyatakan bahwa engkau layak mengerjakan pekerjaan Tuhan. Ada orang bertanya kepada saya apakah anak saya akan meneruskan pelayanan saya. Dua anak saya melayani bidang musik dan anak laki-laki saya belajar theologi. Saya mengatakan kepada anak-anak saya bahwa saya tidak pernah memilih anak saya. Kalau engkau cukup berkualitas dan semua jemaat melihat bahwa engkau layak, silahkan engkau melayani baik-baik. Bukan karena relasi dan sifat nepotisme orang tua maka anak bisa mendapatkan posisi. Akhirnya Tuhan memberikan kepada kedua anak Zebedeus itu, yang satu mati pertama dan yang satu lagi mati terakhir. Yesus lahir di palungan, Yesus mati di atas salib. Waktu lahir meminjam tempat binatang, waktu mati pinjam kuburan orang kaya. Yesus tidak memiliki apa-apa. Dia menjadi contoh teladan pelayanan kita. Semua orang Kristen dipanggil harus hidup menyatakan kesucian, keadilan, cinta kasih, dan segala sifat ilahi di dunia ini, serta bersedia berkorban.

Dua Macam Pelayanan

Panggilan pelayanan ada dua macam, yang pertama adalah pelayanan penuh waktu sebagai utusan Injil. Pelayanan yang kedua adalah melayani sebagai pimpinan jemaat di dalam status pelayan awam. Yang dipanggil menjadi full-time tidak berhak melarikan diri lalu pilih menjadi part-time. Yang dipanggil part-time tidak berhak dan tidak boleh memberanikan diri menjelajah ke wilayah full-time. Tiga jabatan majelis, tua-tua, dan pelayan awam ini bukan dikaruniakan Allah langsung kepada Gereja. Yang langsung dikaruniakan Allah ke dalam Gereja di dalam status kekekalan dan menjadi fondasi Gereja hanya dua, yaitu rasul dan nabi. Rasul di dalam PB, sedangkan nabi di dalam PL. Dua jabatan ini muncul tiga kali dalam urutan yang sama, yaitu rasul dahulu baru nabi (Kis. 12:28; Ef. 2:20; 4:11). Secara urutan waktu, nabi dahulu baru rasul, PL dahulu baru PB, tetapi di dalam tiga tempat ini urutan terbalik, yaitu: rasul dulu baru nabi. Ini karena PL mengandung PB sedangkan PB menggenapi PL, sehingga tanpa PB kita tidak dapat menafsirkan PL dengan tepat. Itu sebabnya theologi seluruh orang Yahudi menyeleweng dan melawan Yesus Kristus, karena mereka tidak mengenal rahasia ini. Mereka tidak menerima PB maka mereka menghina Yesus, mereka mengoyakkan pakaian sebagai seorang imam besar yang menghina Yesus dan tidak percaya bahwa Dia adalah Anak Allah. Akhirnya seluruh Israel tidak mengenal PL dengan baik. Rasul menjadi kunci untuk membuka rahasia nabi. Itu sebabnya mengapa pertama rasul, kedua nabi, ini diberikan oleh Tuhan langsung untuk menjadi fondasi Gereja dari zaman ke zaman.

Lalu di setiap zaman ada tiga jabatan lagi yang dikaruniakan kepada Gereja oleh Tuhan secara langsung: 1) Pengabar Injil, 2) Gembala, dan 3) Pengajar/Guru. Tiga jabatan ini diberikan Tuhan kepada Gereja dalam setiap zaman. Itu sebabnya majelis tidak lebih tinggi dari guru Injil. Di banyak gereja ada majelis yang begitu berkuasa menentukan nasib guru Injil. Mereka seolah-oleh punya hak penuh untuk mengusir atau untuk menganiaya para gembala atau guru Injil. Dan para gembala atau guru Injil tidak memiliki jalan lain karena harus taat pada orang kaya yang ada di gereja. Ini bukan ajaran Alkitab. Apa tugas Majelis? Majelis dipilih untuk mengurus hal-hal keseharian, untuk memberi makan para janda, sehingga para rasul bisa mempunyai waktu yang cukup untuk pelayanan Firman dan doa. Maka majelis bukan pilihan Tuhan Allah, tetapi pemberian Tuhan Allah untuk jabatan gerejawi yang dipilih oleh manusia dari kalangan awam. Maka pejabat-pejabat gereja ini dipilih dari tengah-tengah jemaat untuk mengurus bagian-bagian pelaksanaan pelayanan. Tiga jabatan khusus yaitu penginjil, penggembala, dan pengajar, dipilih oleh Allah; dan tiga jabatan lain yaitu tua-tua, majelis, dan pimpinan awam dipilih oleh manusia sebagai orang yang melayani. Tiga ditambah tiga bersama-sama menggenapi rencana Tuhan.

Penginjil penting karena tanpa penginjilan tidak ada pelebaran kerajaan Tuhan Allah. Lebih baik menginjili lalu dibunuh daripada tidak menginjili lalu dibuang oleh Tuhan. Kalau Nomensen tidak ke Indonesia, orang Batak tidak akan mengenal Yesus Kristus. Kalau Judson tidak ke Burma, orang Burma tidak akan mengenal Yesus Kristus. Kalau Hudson Taylor tidak ke Tiongkok, orang Tionghoa tidak akan mengenal Yesus Kristus. Injil bukan untuk kalangan sendiri. Pengabaran Injil itu penting karena seperti seorang perempuan yang bisa melahirkan. Gereja yang hebat, besar, kaya tidak ada gunanya kalau tidak mengabarkan Injil dan tidak melahirkan orang baru menjadi orang Kristen. Melalui penginjilan, gereja bertumbuh; melalui melahirkan banyak anak, gereja bertumbuh; melalui transmigrasi, gereja bertumbuh; dan yang terbaik dan terkuat adalah melalui penginjilan.

Keluarga Stephen Tong dari nenek moyang tidak ada satu pun yang beragama Kristen. Sampai pada waktu saya berumur dua tahun, ada seorang Kristen tua yang begitu setia terus memberitakan Injil ke ibu saya. Begitu rajinnya ia memberitakan Injil dan mengajak ibu saya ke gereja, akhirnya ibu saya mengusir dia. Namun ketika kakak saya sakit dan tidak bisa sembuh walaupun sudah ke kelenteng, akhirnya ibu tua itu datang lagi. Dan kini ibu saya mau kakak saya didoakan. Tuhan mengasihi keluarga ini dan kakak saya sembuh sore itu. Maka ibu saya mau ke gereja dan mengajak anak-anaknya juga ke gereja. Lalu ayah saya marah dan tidak percaya. Namun ketika mendengar kakak saya menyanyi, dia heran, bahwa kalau ke gereja bisa menyanyi. Ayah saya sama sekali tidak bisa menyanyi. Akhirnya keluarga kami seluruhnya menjadi Kristen. Tanpa ada ibu tua yang rajin memberitakan Injil, hari ini tidak ada Stephen Tong yang berkhotbah. Di mana ibu tua itu? Tidak ada yang tahu. Ia tidak terkenal, tetapi ia dipakai Tuhan.

Sesudah menginjili, kita harus menggembalakan. Sesudah menggembalakan, orang-orang itu perlu mendapat pengajaran. Maka gereja Reformed menekankan tiga hal ini, harus penginjilan, penggembalaan, dan pengajaran. Penggembalaan bisa dilakukan dari mimbar ataupun di bawah mimbar. Melalui khotbah-khotbah penggembalaan, jemaat bisa dibangunkan, sambil juga ada kunjungan atau pelawatan ke rumah-rumah. Di dalam setiap khotbah saya terkandung unsur penginjilan, penggembalaan, dan pengajaran. Ini yang perlu dikerjakan oleh setiap hamba Tuhan. Gereja yang baik harus memikirkan untuk melaksanakan ketiga tugas Gereja ini dengan seimbang, baik penginjilan, penggembalaan, dan pengajaran, sehingga jemaat bisa terus bertambah dan bertumbuh dan semua itu kembali untuk kemuliaan Tuhan. Di sini kita melihat pelayan penuh waktu bekerja bersama-sama dengan pelayan paruh waktu untuk mengerjakan pelayanan Kerajaan Tuhan di dunia ini. Sudahkah kalian menggenapkan panggilan sorgawi yang Allah berikan untuk menjadi orang-orang Kristen yang melayani dan mengerjakan kesaksian demi kemuliaan-Nya? Amin



Oleh : Pdt. Dr. Stephen Tong

Sumber : http://www.buletinpillar.org/transkrip/panggilan-sorgawi








Tidak ada komentar: