Sabtu, 29 November 2014

Patung David

Micheangelo
Di Florence, terdapat sebuah museum istimewa yang sengaja dibangun bagi sebuah patung David yang diciptakan oleh Michelangelo beberapa ratus tahun yang lalu. Patung itu barangkali adalah sebuah patung yang paling indah di dunia. Berada secara fisik di dalam ruangan yang sama dengan patung tersebut adalah sebuah pengalaman yang tidak akan pernah dapat dilupakan. 


Cerita tentang pembuatan David sangat menarik dan menjadi pelajaran berharga. Dahulu, Michelangelo diminta secara khusus oleh keluarga Medicis untuk menciptakan sebuah patung yang akan diletakkan di alun-alun Kota Florence. Keluarga Medicis adalah “sebuah keluarga yang kaya raya dan terpandang di Italia pada zaman tersebut”. Sebuah pesanan khusus dari keluarga Medicis bukan hanya berarti sebagai sebuah kehormatan besar; pesanan seperti ini juga sebuah tugas yang tidak dapat ditolak begitu saja. Selama dua tahun penuh Michelangelo mencari sebongkah batu yang dapat dia pergunakan untuk menciptakan sebuah mahakarya bagi keluarga Medicis.

Akhirnya, di pinggir sebuah jalan di Florence, separuh tertutup semak belukar dan tertimbun lumpur, dia menemukan sebongkah besar pualam di atas sebuah titian kayu. Batu tersebut bertahun-tahun sebelumnya telah diangkut, dari pegunungan, tetapi tidak pernah dipergunakan orang.

Michelangelo telah melalui jalanan itu berkali-kaki, tetapi kali ini dia berhenti dan menatap batu tersebut lebih dekat lagi. Ketika dia maju mundur mengamati bongkahan pualam itu, dengan jelas dia dapat membayangkan patung David dan melihatnya di dalam batu tersebut secara keseluruhan.

Keberhasilan Membutuhkan Kerja Keras


Sang pematung dengan segera mengatur agar bongkahan pualam itu dapat diangkut ke studionya yang cukup jauh dari tempat ditemukannya batu tersebut. Dia kemudian memulai pekerjaannya yang panjang dan berat, memalu dan memahat. Diperlukan dua tahun penuh baginya untuk bekerja menciptakan gambaran kasar patung tersebut. Dia kemudian menyisihkan palu dan pahatnya, dan menghabiskan dua tahun lagi untuk memoles dan menghaluskan sampai patung itu benar-benar siap.

Michelangelo pada saat itu telah menjadi seorang pematung yang terkenal, dan kabar bahwa dia sedang mengerjakan sebuah pesanan khusus dari keluarga Medicis telah menyebar ke seantero Italia. Ketika waktunya tiba untuk mempertontonkan patung tersebut kepada publik, ribuan orang datang dari seluruh Italia danberkumpul di alun-alun kota.

Ketika selubung yang menutup patung dibuka, kerumunan massa yang berada disana tercengang dengan mulut ternganga. Patung itu luar biasa indah. Orang banyak bersorak-sorai. Wanita-wanita jatuh pingsan. Para pengunjung merasa kagum melihat kecantikan luar biasa patung hebat itu. Michelangelo dengan segera dikenal sebagai pematung terhebat pada zamannya.

Sesudah itu, ketika Michelangelo ditanya bagaimana dia dapat menciptakan sebuah mahakarya seperti itu, dia menjawab dengan mengatakan bahwa dia telah melihat David dengan lengkap dan sempurna pada batu pualam yang dia temukan. Yang dia lakukan hanyalah membuang apa-apa yang bukan David.

Kita Adalah Sebuah Mahakarya


Terdapat beberapa kesamaan antara Kita dan patung David, Kita pun kurang lebih seperti sebuab mahakarya hebat yang terdapat dalam sebongkah pualam. Akan tetapi, pualam yang menutupi Kita, seperti juga kebanyakan orang lain, adalah pemikiran yang sempit dan terbatas serta kekhawatiran yang berlebih terhadap berbagai kemungkinan kerugian dan kegagalan, dan bukannya antisipasi penuh semangat menyongsong datangnya kesuksesan dan keberhasilan.

Agar dapat menyadari potensi Kita, hal mendesak yang perlu Kita lakukan adalah menjebol pemikiran sempit Kita dengan memimpikan impian yang besar dan membayangkan berbagai kemungkinan yang tak terbatas. Kita harus menghilangkan semua keyakinan-keyakinan negatif yang telah menghambat Kita untuk menjadi apa yang sebenarnya dapat Kita capai.

Namun ingatlah, bahkan setelah David dibebaskan dari batu pualamnya, Michelangelo membutuhkan dua tahun penuh untuk memoles dan menghaluskannya dan menjadikannya sebuah mahakarya, Demikian juga Kita.

Kitalah yang harus meneruskannya, memoles dan menghaluskan, belajar dan berlatih, selama berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun, mengembangkan dan mengeluarkan semua bakat dan kebisaan Kita yang terdapat jauh di dalam diri Kita.

...


Sumber : http://www.nusahati.com/2014/01/michelangelo-patung-david/

Tidak ada komentar: