Sabtu, 29 November 2014

Kembali Kepada Tuhan

Pdt. Dr. Stephen Tong
“Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,…” (Efesus 4 : 11-12) 


Surat Efesus adalah surat yang sangat penting untuk mengerti apa itu Tubuh Kristus, apa itu Gereja. Di seluruh ciptaan hanya ada satu tempat yang paling penting yaitu bumi, karena di bumi ada manusia, yang merupakan ciptaan Allah yang paling mulia, yang diciptakan menurut peta dan teladan Allah. Di antara manusia, yang difokuskan adalah manusia yang percaya kepada Tuhan. Di antara orang yang percaya kepada Tuhan, difokuskan lagi, yaitu mereka yang sungguh-sungguh mencintai Tuhan dan mau melayani Tuhan. Dari sini kita tahu, walaupun sebagai Penginjil, kita tidak kaya seperti konglomerat, tidak pintar seperti profesor, tetapi kita mencintai Tuhan lebih daripada mereka. Jika hamba Tuhan tidak mengerti nilai sendiri, bahwa kita berkenan kepada Tuhan, kita tidak mungkin melayani Tuhan dengan baik.

Biarlah semua hamba Tuhan berdiri di atas fondasi yang benar, di atas karunia Tuhan, di atas kesucian Roh Tuhan yang suci. Jika engkau memberitakan iman yang salah, harus minder, jika engkau melayani dengan tidak jujur, harus minder, dan bukan hanya minder melainkan juga harus mundur. Jika engkau sungguh-sungguh melayani Tuhan, jangan takut karena Tuhan menyertai engkau. Orang yang menjadi hamba Tuhan harus mempunyai harkat, penghargaan diri yang tidak boleh digoncangkan oleh siapapun. Ketika kita, semua Pendeta-Pendeta di Indonesia, semua berdiri dengan tekun, dan tegar dihadapan Tuhan, siapapun kita, kita tidak boleh takut, karena Tuhan menyertai kita.

Gereja adalah fokus di antara seluruh ruang-waktu, dan di dalam Gereja, orang yang mencintai Tuhan adalah fokus di antara semua orang yang menamai diri mereka Kristen. Orang-orang yang sungguh-sungguh mengetahui kehendak Tuhan, yang melayani Tuhan, adalah orang-orang yang difokuskan oleh Tuhan,  seperti butir mata di dalam diri Yesus, yang dipilih oleh Tuhan Yesus. Di hari Pantekosta pertama Roh-Kudus turun Gereja dibangkitkan, Gereja hadir di dunia, menjadi saksi Kristus sampai Yesus datang kembali.

Di dalam Gereja, ada Rasul, ada Nabi, ada Pengabar injil, ada Gembala/Pendeta dan Pengajar. Ini adalah lima jabatan Gerejawi yang paling penting di dalam setiap zaman. Mereka lebih penting dari elders/tua-tua, dan semua yang melayani di dalam Gereja.

Mengapa Rasul ditaruh sebelum Nabi? Rasul di Perjanjian Baru, Nabi di Perjanjian Lama. Di dalam 1 Kor 12:28-29, disebutkan “Dan Allah telah menetapkan beberapa orang dalam jemaat: pertama sebagai Rasul, kedua sebagai Nabi”. Bukankah Nabi terlebih dahulu datang? Karena Roh-Kudus yang mewahyukan ini kepada Paulus, dan Paulus tidak boleh menukar urutan ini. Perjanjian Baru adalah sesuatu yang pernah disimpan dan dikandung di dalam Perjanjian Lama. Perjanjian Lama mengatur Perjanjian Baru, Perjanjian Baru menguduskan dan menggenapi Perjanjian Lama.

Nubuat di Perjanjian Lama terlaksana di Perjanjian Baru, seperti Yesus lahir, Nabi-nabi sudah memberikan nubuat. Bagaimana Yesus dijual dengan 30 keping perak (Mat 26:15, Mat 27:9), semuanya ditulis dalam Perjanjian Lama (bandingkan dengan Zak 11:12-13). Karena Perjanjian Lama mengatur Perjanjian Baru, dan Perjanjian Baru melaksanakan dan menguduskan Perjanjian Lama. Itulah sebabnya Perjanjian Baru harus lebih penting daripada Perjanjian Lama.

Efesus 2:20 mengatakan “yang dibangun di atas para Rasul dan para Nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru”. Dasar Gereja adalah Kitab Suci, dasar Kitab Suci adalah Yesus Kristus. Di atas Kristus yang menjadi batu penjuru ini dibangun fondasi, fondasinya ini adalah ajaran Rasul dan Nabi, berarti Gereja hanya berdasarkan Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Di dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru yang diberikan kepada kita adalah Yesus Kristus yang menjadi batu penjuru. Itu sebab Gereja yang tidak lagi berakar dalam Kitab Suci, harus dibuang. Gereja yang tidak lagi memberitakan Kitab Suci akan menjadi Gereja yang layu. Pendeta-pendeta yang tidak lagi memberitakan Kitab Suci akan mati pelan-pelan dan tidak ada lagi.

Karena Tuhan memberikan kepada Gereja, Rasul dan Nabi, itu sebab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru yang diwakili oleh Rasul dan Nabi, adalah berdasarkan ajaran tentang Yesus Kristus. Dari setiap Kitab di dalam Kitab Suci, yang dibicarakan adalah Kristus, di dalam setiap pasal, ada bayang-bayang yang intinya adalah ajaran Kristus.

Kita bersyukur kepada Tuhan, karena hanya Kristus yang mempunyai kelimpahan yang tidak akan punah. Orang yang mencintai Kristus akan memberitakan Kristus. Karena itu seumur hidup khotbah-nya tidak habis-habis. Saya berkhotbah sudah 32.000 kali, kepada kira-kira 32 juta manusia di seluruh dunia. Setelah berkhotbah 56 setengah tahun, khotbah saya belum habis, karena khotbah tentang Kristus, tentang inti daripada Alkitab tidak akan mungkin habis.

Tuhan memberikan kepada kita kelimpahan, di dalam Kristus yang tidak habis-habis, kita boleh bersyukur kepada Tuhan. Dan setelah Perjanjian Baru dan Lama, Kitab Suci sudah lengkap dan tidak ada lagi pewahyuan. Jangan percaya kepada Pendeta yang berkata, “Kemarin, Tuhan berbicara kepada saya”.  Itu semua omong-kosong, palsu, penipu. Tidak ada Rasul lagi, tidak ada Nabi lagi, karena Kitab Suci sudah lengkap, sudah genap, diwahyukan oleh Tuhan. Seluruh Firman Tuhan kepada manusia berada di dalam satu-satunya buku, yang mencatat semua wahyu Tuhan kepada Rasul dan Nabi, yaitu Alkitab.

Pendeta-Pendeta yang mengatakan bahwa mereka sudah menerima wahyu Tuhan, beranikah mereka menulis Kitab yang baru. Mereka pasti tidak berani. Jika dibandingkan dengan Kitab Paulus lebih tinggi yang mana? Kalau Kitab Paulus lebih tinggi, buat apa membaca Kitab mereka? Sekali lagi kita harus kembali kepada Alkitab. Kita tidak boleh dikibuli, kita harus mendapatkan fondasi yang kuat.

Firman Tuhan itu Firman Tuhan, yang bukan Firman Tuhan itu bukan Firman Tuhan. Karena segala sesuatu mengenai hidup, mengenai ibadah sudah seluruhnya diwahyukan di dalam Alkitab. Kitab Suci sudah lengkap, segala sesuatu mengenai hidup mengenai ibadah, sudah seluruhnya diwahyukan, dari dunia dicipta, sampai bagaimana dunia diakhiri seluruhnya ada di dalam Alkitab. Jadi apa lagi yang kurang?

Tetapi Alkitab tidak mengajarkan bagaimana menjadi kaya dan sukses, yang ada adalah bahwa orang yang percaya harus memikul salib dan mengikut Kristus (Mat 16:24). Yang tidak mau menyangkal diri, memikul salib, namun mau menjadi Pendeta, tidak akan menjadi Pendeta yang baik, tetapi menjadi pendusta.

Lebih baik menjadi Pendeta yang menderita, daripada menjadi Pendeta yang kaya, tetapi menipu orang. Banyak orang yang begitu kecewa kepada Gereja, karena mereka sering dirugikan oleh Pendeta yang berdagang. Pendeta yang berdagang, yang mau mencari uang, dan tidak mau menghormati Tuhan, silahkan turun dari mimbar. Di Amerika ada seorang pengemudi taksi, yang sewaktu mengemudikan taksi selalu memakai toga Pendeta. Ketika ditanya mengapa dia melakukan hal itu, dia menjawab bahwa dia menjadi Pendeta uangnya tidak cukup tetapi dengan mengemudi taksi dan dengan memakai toga uangnya lebih banyak. Kalau kita mau melayani, kita harus melayani dengan sungguh-sungguh dan percaya bahwa Tuhan tidak akan membiarkan kita. Kalau kita mau menjadi Pendeta, lalu mau menjadi kaya, lebih baik tidak melakukan itu.

Kalau ada Pendeta yang berani mengatakan bahwa apa yang diwahyukan kepada dia lebih tinggi dari Alkitab maka dia telah menghujat Tuhan. Kalau mereka mengatakan lebih baik mendengarkan perkataan mereka, daripada perkataan Alkitab, maka itu berarti dia berusaha mengalihkan iman kita kepada mereka, keluar dari iman kita kepada Tuhan. Kalau perkataan mereka lebih rendah, maka buat apa ikut dia; kalau sama-tinggi, maka Alkitab sudah cukup, buat apa ikut dia. Itulah sebabnya kita harus kembali kepada Alkitab, Sola Scriptura  yang menjadi berita di dalam hidup kita.

Maka Rasul dan Nabi tidak ada lagi, karena Kitab Suci sudah genap diwahyukan. Kalau ada orang yang berkata, “Saya ini Nabi baru”, maka katakan kepada dia, “Enyahlah engkau!”. Kalau ada orang yang berkata, “Saya ini Rasul baru”, maka katakan kepadanya, “Pendusta kamu!”. Karena Alkitab adalah Firman Tuhan yang sudah sempurna, maka kita tidak perlu mencari wahyu lain dari Pendeta-pendeta yang sesat.

Di dalam Gereja, PengabarInjil, Pendeta dan Pengajar-pengajar harus ada dari zaman ke zaman. Di dalam setiap zaman, setiap generasi, setiap abad, harus ada tiga macam manusia yaitu Penginjil, Pendeta dan Pengajar.

Siapakah Penginjil itu? Mengapa mereka di taruh di tempat yang paling depan? Di dalam Kitab Suci ada dua macam urutan, ada kalanya yang terakhir yang paling penting, tetapi di lain tempat, yang pertama adalah yang paling penting. Di dalam ordo penciptaan, manusia sebagai ciptaan yang paling penting dicipta yang paling terakhir. Tetapi dalam ordo pelayanan, yang disebut di depan adalah yang lebih penting.

Penginjil ditulis sebelum Pendeta, mengapa diurutkan seperti ini? Karena Penginjil mencari jiwa, mempertobatkan orang, memberitakan Kristus, mempunyai kuasa mengubah orang yang belum bertobat menjadi bertobat, orang yang belum beriman menjadi beriman, orang yang milik setan menjadi millik Kristus, dari orang berdosa menjadi anak-anak Tuhan.

Untuk mengabarkan Injil memerlukan kuasa yang paling besar, menghadapi pertarungan yang lebih sengit, berperang dengan setan untuk merebut orang-orang dari tangannya. Pekerjaan ini tidak mungkin dapat dilakukan dengan kekuatan sendiri, maka kita harus banyak berdoa kepada Tuhan, supaya di dalam peperangan Penginjilan, kita disertai, kita dipenuhi, dan diurapi oleh Roh-Kudus.

Penginjil itu penting di Gereja, tetapi Penginjil yang tidak mempertobatkan orang lebih baik dia mundur. Kalau engkau tidak menjadikan orang untuk mempunyai hidup yang baru, dan hanya bisa mengoceh, engkau lebih baik mundur. Berdoalah kepada Tuhan supaya Dia memberikan kuasa, kekuatan, supaya engkau dapat merampas orang keluar dari tangan setan dan membuat mereka datang kepada Tuhan. Bisa menyalurkan hidup Kristus melalui kematian dan kebangkitan-Nya, boleh memberikan terang hidup bagi orang yang mendengarkan Firman-Nya. Penginjil sangat penting karena Penginjil membawa orang kembali kepada Tuhan.

Sesudah itu, orang yang baru bertobat harus digembalakan, barulah kemudian Pendeta bekerja untuk mengasuh jiwa, membawa manusia untuk bertumbuh di dalam iman. Tugas Pendeta, mempertumbuhkan orang untuk menjadi lebih dalam hidup rohaninya.

Sesudah digembalakan, orang harus diajarkan dengan doktrin agama, iman yang penting supaya mereka mempunyai pengetahuan tentang apa arti iman. Seperti Paulus berkata (2 Tim 1:12), “I Know whom I have believed”.  Aku mengetahui siapa yang kupercaya. Jadi iman harus ada terlebih dahulu sebelum pengetahuan. Iman mendahului pengetahuan, iman mendahului pelajaran. Iman kepada Tuhan, sesudah itu baru tahu apa yang diimani. Bedanya orang Karismatik dan Reformed adalah orang Reformed beriman dan kemudian dia mau tahu dia beriman kepada siapa, apa pengetahuan tentang iman yang Tuhan berikan kepadanya. Sedangkan orang Karismatik bukan mencari pengetahuan, mereka menggunakan iman untuk mencari keuntungan. Mereka mengatakan “Aku percaya Engkau Maha Kuasa, maka sembuhkan kankerku”. Jadi melalui iman, mereka memerintah Tuhan, mereka menginginkan segala kelimpahan yang harus Tuhan berikan kepada mereka. Sebaliknya, kedaulatan Tuhan harus menjadi dasar anugerah, bukan doa-doa yang ngotot. Iman bukan mencari anugerah, iman harus mencari kebenaran. Lalu bagaimana anugerah itu datang? Tidak usah takut, Tuhan sudah mempersiapkan banyak sekali anugerah kepada kita, tetapi kita harus mengingat Yesus berkata (Mat 6:33) “Tetapi carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenaran-Nya maka semuanya itu akanditambahkan kepadamu”. Ayat ini tidak menggunakan kata “diberikan” tetapi “ditambahkan”, jadi tidak usah serakah, jangan minta lebih banyak lagi. Banyak orang mendapat uang banyak akhirnya dirampas oleh perampok, dihamburkan untuk pelacur, dan dihabiskan oleh berbagai perbuatan dosa. Carilah dahulu Kerajaan Allah sesudah itu semua yang engkau butuhkan pasti akan ditambahkan kepadamu.

Saya bersyukur, saya tidak kaya tetapi saya sangat mengerti apa itu “bahagianya” orang kaya. Saya tidak mengharapkan mereka menjadi kaya, karena mengetahui mereka mempunyai kepahitan hati yang luar biasa. Karena uang tidak pernah memberikan kepuasan di dalam hati seseorang. Mengerti kebenaran lebih penting daripada mempunyai kekayaan. Tetapi saya puas, saya bersyukur kepada Tuhan, karena mengerti kebenaran adalah lebih penting daripada mempunyai kekayaan.

Penginjil, Gembala dan Pengajar dapat diibaratkan sebagai melahirkan anak, membesarkan anak dan mendidik anak. Yang mana yang lebih penting? Ketiga-tiganya penting. Kalau tidak ada yang melahirkan, mau membesarkan siapa? Kalau tidak ada yang membesarkan, mau mendidik siapa? Tetapi yang paling dasar adalah tetap yang melahirkan, karena dengan melahirkan, baru membuktikan bahwa keluarga itu subur, bahwa ada hari depan.

Bangsa-bangsa yang tidak melahirkan anak-anak, adalah bangsa yang hari depannya suram. Di Jerman, tingkat kelahirannya semakin berkurang, dan mereka mengimpor orang Turki ke negara mereka. Di dalam 30 tahun akan lebih banyak orang Islam daripada Kristen di Jerman. Jika orang-orang muda tidak mau melahirkan anak, dan orang-orang tua tidak mau mati, maka celaka sekali. Di Jepang, ribuan bahkan puluhan ribu orang yang berumur di atas 100 tahun, karena pelayanan kesehatan semakin baik. Yang tua tidak mau mati, yang muda tidak mau melahirkan. Orang yang pensiun menjadi jauh lebih banyak dibanding orang-orang muda yang harus membayar pajak untuk membayar pensiun orang-orang tua. Makin lama makin sedikit orang yang bekerja.

Demikian pula di dalam Gereja. Orang-orang semakin tua. Jika tidak ada orang-orang yang dilahirkan baru, hari depan Gereja semakin suram. Gereja akan membunuh dirinya sendiri. Itulah sebabnya Penginjil itu penting.

Setiap minggu Pendeta berkhotbah untuk menggembalakan. Di dalam Yoh 21:15-17, Yesus berkata kepada Petrus tiga kali: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?”. Petrus menjawab tiga kali juga: “Engkau tahu bahwa aku mengasihi Engkau”. Kemudian Yesus berkata kepadanya tiga kali juga: ”Gembalakanlah domba-dombaku”. Setelah orang di Injili, mereka tidak bisa dibiarkan, mereka harus digembalakan.

Setelah digembalakan, mereka juga harus dididik, diajar dengan doktrin-doktrin yang penting. Doktrin dikuatkan, hati dibakar, supaya kita menjadi orang yang berotak dan berapi. Kalau berotak tetapi tidak berapi, itu sama saja dengan kepala besar. Jika berotak tapi tidak berapi, engkau sakit malaria. Biarlah kita mempunyai iman, dan mempunyai kemampuan mengerti Firman dan memberitakan Firman. Dokter saya berkata, ini adalah minggu terakhir sebelum saya dioperasi jantung dan karena itu saya tidak boleh khotbah. Saya sudah siapkan KIN begitu lama, dan untuk menyelesaikan KIN, saya harus berkhotbah berkali-kali. Dokter memberitahu bahwa saya sewaktu-waktu bisa lumpuh, stroke atau mati. Saya bilang mati ataupun tidak mati pokoknya pekerjaan Tuhan yang utama. Saya tidak perduli kesehatan saya sendiri.

Kita melihat Penginjil, Gembala dan Guru. Engkau bisa bilang, saya pilih satu saja, jadi Pendeta lebih gengsi. Atau jadi guru saja, karena hanya perlu mengajarkan hal yang itu-itu saja. Atau jadi Penginjil saja, yang paling susah, karena perlu penyangkalan diri, perlu pengabdian, perlu doa, perlu pikul salib.

Tetapi saya berkata kepada Tuhan, “Berkati saya, saya berjanji, seumur hidup, saya ingin bukan hanya menjadi satu, saya ingin menjadi ketiga-tiganya, saya mau mengerjakan ketiga-tiganya, menjadi Penginjil, menjadi Gembala, menjadi Guru”.

Mungkinkah itu? Mungkin, tetapi susah. Menjadi ketiga-tiganya: menjadi Penginjil, sekaligus menjadi Pendeta, sekaligus menjadi Guru, itu sulit. Tetapi saya sudah buktikan. Tuhan sudah menolong saya dari umur 17 sampai umur 73, tiga-tiganya saya lakukan. Di Gereja lain lebih enak, Pendeta khotbah hari minggu, sesudah itu istirahat 6 hari. Hari senin, telepon pun tidak mau diangkat. Lalu setelah bekerja 6 tahun, dapat 1 tahun sabatical leave. Saya mau bertanya, mengapa pedagang tidak mau berhenti berdagang setelah 6 tahun berdagang? Karena kurang untung. Pendeta tidak takut kurang untung, karena setelah 1 tahun istirahat, gajinya sama.

Mari kita lebih giat melayani Tuhan, dan kalau mungkin, semua dari kita, menjadi Penginjil, sekaligus juga menjadi Pendeta, sekaligus juga menjadi Pengajar. Engkau coba kerjakan tiga-tiganya, engkau akan menjadi orang yang kuat luar-biasa, rohaninya kuat, perjuangannya kuat, pelayanannya kuat, khotbahnya kuat.

Paulus Penginjil bukan? Paulus Pengajar bukan? Paulus menggembalakan bukan? Kenapa sekarang yang menjadi Pendeta tidak mau menginjili, kenapa menginjili tetapi tidak tahu teologi, kenapa tahu teologi tetapi tidak mau menjadi Pendeta? Karena ini adalah didikan teologi barat yang telah merusak Asia. Setelah pulang dapat gelar Doktor, menjadi orang penting, akademisi, menjadi Pendeta, selain membaca buku tidak mau mengabarkan Injil.

Orang yang mengabarkan Injil, capek tetapi senang. Yang tidak mengajarkan Injil, tidak capek, tetapi juga tidak senang. Puji Tuhan!

Oleh : Pdt. Dr. Stephen Tong

(Khotbah Pdt Stephen Tong di hadapan ribuan Penginjil dari seluruh pelosok Indonesia, yang menghadiri KIN (Konvensi Injil Nasional) 2013)


Sumber : http://www.nusahati.com/2014/01/kembali-kepada-tuhan-konvensi-injil-nasional/

Tidak ada komentar: