Sabtu, 21 Mei 2011

Sejahtera di dalam Ketaatan


Nats: Roma 8:5-11
Jika di dalam pasal 7 kita melihat keadaan manusia begitu kasihan, manusia tidak bisa mengalahkan daging yang membawa kita kepada kematian. Maka pasal 8 ini memberitahukan bahwa Roh Kudus memberi kekuatan kepada kita, sehingga kita mencapai kemenangan di dalam Kristus yang sudah mati dan bangkit bagi kita sekalian.

Disini Paulus dengan jelas membedakan orang Kristen ke dalam dua macam golongan: orang Kristen yang mengikuti pimpinan Roh Kudus dan orang Kristen yang mengikuti kemauan daging mereka.

Disini Paulus memakai dua macam istilah untuk satu hal: daging dan tubuh. Mengapa dia tidak langsung menyebut daging sebagai tubuh? Atau tidak langsung menyebut tubuh sebagai daging? Mengapa dia membedakan penggunaan istilah daging dan tubuh? Karena yang Paulus maksud adalah ciptaan Tuhan dan ciptaan yang sudah dirongrong oleh dosa. Ciptaan Tuhan adalah tubuh
yang begitu baik, tubuh kita bisa menjadi tempat kediaman Roh Kudus. Tetapi tatkala tubuh ini sudah menjadi alat untuk mengutarakan kemauan si jahat, menjadi instrumen untuk berbuat dosa, maka jadilah kedagingan.

Maka kedua istilah ini diterjemahkan dengan hati-hati sekali, "Tubuh yang bisa mati akan dibangkitkan kembali, tetapi janganlah kamu hidup menuruti keinginan dagingmu." Jika kita bisa membedakan pengertian akan kedua istilah ini, maka kita akan melihat dengan jelas akan apa yang dimaksudkan oleh Paulus.
Pasal ini merupakan pasal yang penting sekali dan merupakan bagian yang mengutarakan bagaimana mencapai kemenangan berdasarkan pengertian akan pekerjaan Roh Kudus. Alkitab berkata bahwa orang yang mengikuti daging menuju pada kematian, tetapi orang yang mengikuti Roh Kudus adalah hidup dan sejahtera. Mengapa disini dikatakan yang mengikuti Roh Kudus barulah memperoleh hidup dan sejahtera? Maksudnya adalah kalau kita taat akan pimpinan Roh Kudus, kita menikmati hidup itu. Mengapa banyak orang Kristen sudah diselamatkan, tetapi tidak menikmati hidup sebagaimana seharusnya? Mengapa sesudah menjadi orang Kristen masih sama seperti orang yang belum Kristen? Orang yang belum Kristen penuh kekuatiran, orang Kristen juga penuh kekuatiran. Orang yang belum Kristen takut mati, orang Kristen juga takut mati. Karena orang semacam ini sudah mempunyai hidup, tapi tidak menikmati hidup. Orang yang sudah mempunyai hidup dan tidak menikmati hidup adalah kasihan sekali.

Roh Kudus memimpin seseorang untuk menikmati hidup dan sejahtera yang sesungguhnya, bagaimanakah kita mendapatkan sejahtera yang sungguh? Sejahtera yang sungguh diberikan kepada orang yang taat kepada Tuhan. Roh Kudus memimpin kita, tidak berarti Dia mengadakan intervensi atau campur tangan dalam merebut kebebasan kita. Roh Kudus memimpin kita, justru membawa kita pada hidup yang berkelimpah dan sejahtera yang kekal. Inilah rahasia hidup kekristenan. Jika kau sudah mendapat petunjuk dari Tuhan tentang apa yang harus kau perbuat, dan kau menolak dengan sengaja, karena kau mempertahankan kebebasanmu, hakmu, kau melawan Tuhan, berarti kau sedang melawan kebahagiaanmu yang terbesar. Kol 3:15 mengatakan "sejahtera Kristus itu memerintah di dalam hatimu." Maksudnya seharusnya orang Kristen mempunyai kestabilan jiwa, ketenangan rohani dan sejahtera di dalam
dirinya, pada saat apapun. Kekacauan politik, goncangan kestabilan, penganiayaan agama, perebutan kebebasan beriman bagi orang Kristen mungkin akan tiba. Orang Kristen dipanggil untuk membuktikan bahwa mereka tetap memiliki damai pada saat dunia goncang. Itulah artinya iman. Sebab itu, di Kol 3:15 kalimat terakhir Paulus berkata, "untuk inilah kamu dipanggil yaitu untuk menikmati sejahtera dan damai Kristus di dalam hatimu."
Dalam ayat 7 dan 8 sekali memakai istilah seteru. Istilah yang dipakai disini ditujukan pada orang-orang yang sudah diselamatkan. Mungkinkah orang Kristen yang sudah diselamatkan masih menjadi musuh Allah? Mungkinkah kita yang sudah diselamatkan masih menjadi musuh Allah? Mungkin. Saat kapanpun kita masih mengikuti kedagingan, saat itulah kita menjadi musuh Tuhan lagi. Itulah yang membuat kita kehilangan sejahtera dan tidak berkenan kepada Tuhan. Kau termasuk dalam 'golongan orang Kristen yang mana: Yang sangat berkenan kepada Bapa, sehingga setiap kali Bapa memikirkan kau hatiNya merasa puas, merasa senang dan terhibur atau setiap kali Bapa memikirkan kau Dia mencucurkan air mata kuatir dan sedih karena segala yang kau perbuat? Biarlah hari ini kita berjanji kepada Tuhan, Tuhan aku mau menjadi anakMu, yang memuaskan hatiMu, yang menghiburMu. Tuhan tidak mau memaksa, atau memakai kuasa yang begitu besar untuk memaksa kita taat kepadaNya. Tetapi Dia memakai cara menghormati kebebasan yang sudah diberikan kepada kita, dan memakai Roh Kudus untuk memimpin kita kembali kepada arah yang benar. Sehingga dengan penuh kesadaran, keinsyafan sebagai anak, kita mau hidup berkenan kepadaNya.

Di bagian ini, Paulus berkata, jangan menjadi seorang seteru Allah, karena mengikuti kedagingan. Daging tidak bisa mengikuti hukum Allah, daging tidak mungkin bisa berjalan sesuai dengan prinsip yang ditetapkan oleh Allah. Jika orang Kristen mengikuti kedagingan, lalu mau berkenan kepada Tuhan, itu omong kosong. Jika orang Kristen sambil mengikuti kedagingan sambil minta Tuhan berkenan kepadanya adalah tidak mungkin. Pilihannya hanya satu: mau mengikuti kedagingan, pasti menjadi musuh Allah. mau mentaati daging pasti mendukakan Tuhan, pasti kehilangan kenikmatan hidup.

Pimpinan Roh Kudus adalah istilah yang berlawanan dengan istilah paksaan Roh Kudus. Roh Kudus tidak pernah memaksa, Dia hanya memimpin. Agama adalah kekuatan yang menakut-nakuti manusia; Roh Kudus adalah gairah yang memimpin, menyalurkan keberanian manusia. Di dalam agama, manusia merasa takut; di dalam pimpinan Roh Kudus, manusia mempunyai keleluasaan untuk berbuat hal yang benar. Di dalam agama, manusia dikontrol; di dalam pimpinan Roh Kudus, manusia mempunyai kekuatan dan kekuatan untuk bergairah dengan vital sekali. Itu perbedaan yang besar sekali. Roh Kudus tidak membuat ketakutan terhadap sifat agama, namun Dia juga tidak menginginkan kita melampiaskan kedagingan, maka Dia memimpin kita dengan pengertian kebenaran dan cinta kasih terhadap Tuhan yang memberi kebenaran. Akhirnya melihat pimpinan Roh Kudus secara total di dalam kerajaan Tuhan, dan sesudah itu, kita mengambil keputusan dalam hidup sehari-hari dengan stabil dan sejahtera.
Baca ayat 9, Paulus memberikan kunci untuk membedakan siapakah orang Kristen, yaitu orang yang sudah memiliki Roh Kudus. Kapankah Roh Kudus datang ke dalam hati seseorang? Pada waktu dia betul-betul menerima Kristus sebagai Juruselamat, beriman kepada Kristus; yang mati dan bangkit,saat itulah Roh Kudus tinggal di dalam hatinya, menjadi jaminan baginya. Baca Gal 3:14; Ef 1:13-14. Roh Kudus dijadikan meterai untuk menjamin keselamatan yang kita terima. Inilah cinta Tuhan. Siapakah yang tinggal di dalam diri saya? Siapakah yang menjadi tuan rumah? Bukan lagi saya.

Baca ayat 10, "Jika Kristus di dalam hatimu, maka tubuhmu akan mati karena dosa, tetapi rohmu akan hidup karena kebenaran atau keadilan Tuhan Allah." Inilah yang disabut dibenarkan melalui iman. Paulus menunjukkan perbedaan antara dua macam orang ini: jika Kristus ada di dalam dirimu, berarti kau tidak lagi sama seperti dulu. Sekarang kau sudah menjadi orang yang dibenarkan, dikuduskan, sudah dianggap benar oleh Tuhan dan tidak lagi dianggap sebagai orang berdosa.

Tetapi mengapa pada ayat ini dikatakan bahwa tubuh akan mati karena dosa? Memang tubuh tidak ditebus pada saat yang sama ketika jiwa kita ditebus, tubuh ini harus menunggu sampai hari terakhir, waktu Kristus datang kembali, barulah tubuh ini akan berubah, yang mati akan bangkit, yang masih hidup tidak akan mati lagi, tetapi berubah dari lemah menjadi kuat, dari milik dunia menjadi milik sorga, dari yang memalukan menjadi mulia, dari yang bisa rusak menjadi tidak bisa rusak, dari yang sementara menjadi yang kekal. Sebab itu di dalam kedagingan sekarang, di dalam hidup yang berapa puluh tahun ini, kita masih berada di dalam tubuh yang akan membawa kita kepada kematian, sama seperti orang yang belum Kristen. Namun meskipun kita hidup di dalam tubuh yang fana, yang bisa rusak, kita mempunyai perasaan yang berbeda sekali, karena kita sudah mencicipi terlebih dahulu akan apa yang akan kita rasakan di dalam sorga, kita mempunyai perasaan kemuliaan yang hanya akan terjadi di sorga, kita merasakan sukacita yang hanya berada di sorga, pada saat kita masih hidup di dunia ini. Puji Tuhan!
Baca ayat 12. Maksudnya, jika Roh Kristus ada di dalam dirimu, maka Allah yang memakai Roh untuk membangkitkan Kristus akan membangkitkan kamu juga dari tabuh yang fana. Berarti kita diberikan janji, akhirnya tubuh yang fana dan akan mati ini akan dibangkitkan kembali. Dan sekarang kuasa kebangkitan itu berada di dalam tubuh ini, sehingga kita tidak ditarik ke bawah, kita tidak dibebani beban yang berat, tidak dilimitasi oleh keluhan yang keluar dari tubuh ini. Bukan berarti orang Kristen tidak bisa mati, tapi orang Kristen mengalahkan penyakit, kelemahan, kefanaan, kesementaraan daging. Orang Kristen memiliki senyuman sorgawi, karena Roh Kudus ada di dalam dirinya. Senantiasa taat kepada Roh Kudus, taat kepada pimpinanNya, supaya kau selalu menikmati sukacita, damai, hidup yang berlimpah dan kemuliaan sorgawi. Amin

Ringkasan Khotbah : Pdt. Dr. Stephen Tong, 26 Juni 1994
Sumber : http://www.fica.org/ficalist/fica/teach/stong4

Tidak ada komentar: