Jumat, 27 Mei 2011

Allah, Pondasi Yang Tak Tergoncang


Mazmur 125 : 1-2

"Orang-orang yang percaya kepada Tuhan adalah seperti gunung Sion yang tidak goyah, yang tetap untuk selama-lamanya. Yerusalem gunung-gunung sekelilingnya demikianlah Tuhan sekeliling umatNya dari sekarang sampai selama-lamanya."


Mzm.125:1-2 ini terjemahan yang lebih tepat ialah "barangsiapa yang bersandar kepada Tuhan, dia akan kokoh seperti Yerusalem yang dikelilingi oleh gunung-gunung demikian Tuhan mengelilingi orang-orang yang bersandar kepada Dia." Pada waktu saya membaca dan merenungkan kalimat ini saya mendapatkan satu kekuatan: dimana mungkin kita mendapatkan dasar yang tidak akan goyah untuk selama-lamanya? Plato 2350 tahun yang lalu mengatakan mungkinkah di dunia yang goncang ini kita bisa mendapatkan fondasi yang tidak goncang? Mungkinkah di dalam alam yang relatif ini kita dapat prinsip yang mutlak? Mungkinkah di dalam segala sesuatu yang terus berubah kita mempunyai dasar yang tidak berubah? Mungkinkah di dalam hidup yang hanya beberapa puluh tahun ini kita mempunyai sesuatu dalil yang tidak pernah berubah untuk selama-lamanya? In between the mutable and the immutable, in between the relative and the absolute, in between the temporal and the eternal, in between the changeable and the unchangeable, dimana hidup kita? Pertanyaan itu sebenarnya dijawab secara implisit: tidak ada. Dunia yang relatif tidak bisa memberikan kepada kita hidup yang mutlak. Dunia yang berubah tidak mungkin memberikan jaminan ketidak-perubahan. Dunia yang sementara tidak bisa memberikan kekekalan. Tetapi kenapa justru manusia yang hidup di dalam dunia ini tidak puas dengan hal yang sementara, yang relatif, yang berubah ini? Kenapa manusia yang tidak mutlak punya konsep kemutlakan? Kenapa kita yang tidak sempurna mempunyai pikiran kesempurnaan? Kenapa kita semua ada konsep kesempurnaan, konsep kemutlakan, konsep kekekalan, konsep keutuhan, itu semua datang darimana? Tidak ada orang yang bisa menjawab kecuali kita kembali kepada Alkitab. There is the source, the foundation, the core of the image and the likeness of God. Kita dicipta menurut peta dan teladan Allah. Anything which is in God, His substance has a shadow in our lives. Segala sesuatu yang berada di dalam Tuhan ada bayang-bayangnya di dalam diri manusia.

Karena Allah itu sempurna, itu sebab kita mempunyai satu imajinasi kesempurnaan. Sebab konsep dasar yang membentuk kita disebut sebagai manusia. Maka itulah sebabnya baik Plato, Socrates maupun Aristotle yang begitu hebatpun sadar hidup mereka hanya beberapa puluh tahun dan sesudah itu mati, tetapi mereka adalah peta teladan Allah dan dari konsep sedalam-dalamnya, tuntutan konsep sempurna, keutuhan dan kekekalan tidak berubah. Itu menjadi satu gairah, menjadi satu dorongan mereka hidup menjadi filsuf. Tetapi filsuf berbeda dengan teolog. Apa bedanya teologi dan filosofi? Ada orang bilang filsafat itu antroposentrik sedang teologi itu teosentrik. Filsafat itu berpikir jadi manusia, teologi itu Allah memberikan wahyu dari surga. Saya berkata kepada sdr, filsafat dan teologi itu bedanya adalah: Theology answers the questions, Philosophy questions the answers. Filsafat terus bertanya, kenapa, kenapa, kenapa? Teologi menjawab dan menjawab. Tetapi Filsafat kembali tanya, kenapa begini-begini? Tidak habis-habis. Tuhan memberikan kebenaran, manusia mencari kebenaran. Kemarin malam lebih dari satu jam saya hanya berbicara mengenai satu hal: manusia adalah satu-satunya mahluk yang tidak mungkin puas kecuali dia mengerti kebenaran. Mengerti kebenaran adalah satu daya dasar yang mendorong manusia hidup di dalam dunia tetapi bagaimanapun tidak mungkin mendapat jawaban kecuali takluk kepada jawaban yang diwahyukan oleh Tuhan. Yang disebut 'setia kepada yang asal, setia kepada yang benar-benar BENAR' itu namanya pistos, itu namanya iman. Lalu yang 'benar-benar BENAR' itu siapa? Tidak lain adalah Kristus. Only Jesus Christ is the originality flawles s perfection. And why we believe in Je sus? To return to the truth.

Khotbah semacam ini tidak ada di dalam buku apapun di dunia dan tidak ada penginjil, evangelist atau teolog yang memotong cara ankle ini ke dalam pikiran manusia. Di sini diberikan jawaban bahwa mungkin mencapai hidup yang tidak pernah goncang jikalau engkau bersandar kepada Tuhan. Kalau saya bersandar kepada tembok ini karena saya kira tembok ini kuat, padahal tembok ini bisa jatuh maka saya akan ikut jatuh, bukan? Kepada siapa engkau bersandar? Sandar kepada Amerika? Amerika sendiri mau mati sekarang. Sejarah adalah satu buku besar untuk mendidik manusia. Salah satu profesor saya namanya adalah S-E-J-A-R-A-H.

Saya tidak banyak mengutip buku, tidak banyak mengutip dari profesor-profesor tetapi saya mengamati. Da Vinci mengatakan pengetahuan datang bukan dari ruang kuliah, pengetahuan datang dari pengamatan fakta. Kalimat ini telah mengubah dunia. Kenapa ada orang yang belajar sampai mendapat PhD. yang luar biasa pandai tetapi anaknya tidak karu-karuan? Kenapa seorang ibu tua di kampung yang tidak pernah sekolah, anaknya bisa menjadi berhasil? Karena wisdom is superior than knowledge. Our world is the world full of knowledge but lack of wisdom. Kalimat ini diucapkan oleh Bertrand Russell di tahun 1940, padahal dia sendiri termasuk orang seperti itu. Dia punya empat isteri dan mencoba pernikahan bebas. Itu yang menghancurkan sexual life di Inggris dan mempelopori imoralitas di seluruh dunia. The revolution of sex membuat dunia menjadi hancur. Dimana moral tidak diperketat, di situ hidup akan hancur. Pengetahuan tidak pernah mengikat manusia tetapi pengetahuan sesungguhnya membebaskan manusia. Kalimat ini keluar dari orang yang sejaman dengan Yesus yaitu Seneca, "Truth can never make you rich but truth can set you free." Kalimat itu muncul juga dari Tuhan Yesus Kristus, "You should know the truth and the truth will set you free." Saya belajar dari sejarah, saya baik-baik menaati semua dalil sejarah. Saya mengetahui ada beberapa hal yang manusia tidak bisa lepas daripada apa yang sejarah berikan kepada kita. Setelah perang dunia selesai, Amerika yang kuat dan tidak terganggu apa-apa selain Pearl Harbour, kirim jendral Marshall ke Eropa rundingan dengan Perancis, rundingan dengan Inggris untuk memberikan American Aid sampai Eropa bangun kembali. Marshall ke Tiongkok juga dan bicara dengan pemimpin KMT, tetapi setelah bicara dia geleng-geleng kepala. Sampai di Amerika ditanya apakah kita mau bantu Tiongkok, dia bilang negara itu sulit dibantu, mereka apapun tidak mau kerja apa-apa selain melahirkan anak. Kalau American Aid dikirim untuk bantu orang Cina, saya percaya perlu bantu 3000 tahun karena negara itu tidak ada apa-apa lagi. Mereka terlalu banyak kebutuhan tidak habis-habis. Akhirnya Amerika tidak bantu. Lalu Mao Je Dong bilang tidak perlu bantuan Amerika, kita bisa menolong diri sendiri. Dari tahun 1949-2009 persis 50 tahun, sekarang Amerika menjadi pengemis minta Cina bantu mereka.

Sekarang Amerika menjadi negara yang paling miskin, berhutang 900 trilliun dalam 10 tahun dan Tiongkok meminjamkan uang untuk mereka. Kenapa jadi begitu? Ada dalil-dalil sejarah yang tidak berubah. Kalau engkau dilahirkan dari keluarga kaya dan khususnya papa dan mamamu memanjakan kamu terus untuk memakai uang sebanyak-banyaknya, hari depanmu akan menjadi pengemis. Kembali kepada Alkitab. Berikan pendidikan dan kesulitan kepada anakmu biar dia jangan berfoya-foya. Baru umur 10 tahun sudah pakai branded. Anak perempuan saya kalau lihat kaca lebih dari 2 menit akan saya potong rambutnya sampai gundul. Orang perempuan yang terus lihat kaca mana ada waktu untuk baca buku? Bagaimana mencapai hidup yang betul-betul bermutu? Saya katakan kepada sdr seluruh dunia berubah. Orang yang kerja berat, selalu rajin, jujur dan tekun, mendapat uang berhemat, orang itu hari depannya akan bagus. Semut saja lebih pintar daripada manusia. Guru saya selain sejarah yaitu semut. Alkitab berkata, lihat kepada semut, adakah semut malas? Heran, semut kalau jalan speed-nya selalu sama. Tidak ada semut yang nongkrong. Semut tidak ada yang malas, semut tidak ada yang tidak sopan, semut tidak ada yang jalannya pelan. Semua rajin dan gesit dan semua menyimpan makanan untuk musim dingin. Tidak ada semut yang mati kelaparan. Semua itu bijaksana alam bagi kita. Belajar dari alam yang Tuhan ciptakan. The wisdom is shouting out the street, kata Amsal. Saya kaget membaca kalimat ini. Bijaksana berteriak di jalan-jalan. Maksudnya, engkau jalan di Pasar Baru, engkau jalan di Thamrin, sepanjang jalan itu ada teriakan-teriakan yang tidak kedengaran, apakah itu? Teriakan bijaksana. Kenapa Immanuel Kant tidak pernah sekolah ke luar negeri tetapi dia sendiri menjadi wejangan semua luar negeri? Karena dia berpikir, dia belajar. Dan bijaksana yang tertinggi adalah takut akan Tuhan dan mengamati serta mengagumi seluruh ciptaanNya di alam semesta. Dengar firmanNya melalui nabi-nabi dan rasul-rasul dan betul-betul menekuni segala sesuatu yang ada di dalam Alkitab. Itulah bijaksana. Saya tidak berarti menyuruh sdr berhenti sekolah lalu gulung tikar pulang ke rumah, tetapi saya berkata kepada sdr, mari kita kembali kepada kitab suci.

Tidak ada buku yang memberikan pengajaran yang lebih hebat daripada kitab ini. Dan di sini dikatakan orang yang bersandar kepada Tuhan hidupnya akan kokoh seperti Sion. Benarkah Sion itu kokoh? Sion adalah satu gunung yang tidak penting dan tidak besar. Himalaya tingginya 8892m dan sekarang ini malah sudah bertambah menjadi 8902m karena gempa bumi 1 1/2 tahun yang lalu di kota Sechuan menjadikan seluruh pegunungan Himalaya naik 10 meter.

Bayangkan gempa bumi itu berapa besar. Dan karena gempa bumi itu kota Nanjing seluruhnya pindah satu meter. Padahal jarak kota Nanjing dan Sechuan 2000km. Sechuan adalah satu tempat penting sejak Sam Kok sebagai satu tempat yang paling strategis di dalam militer. You should have that piece of land in order to control the whole China. Kenapa? Karena ini daerah yang begitu berbahaya sehingga untuk masuk menyerang ke dalam begitu sulit dan dari situ untuk mendorong semua musuh begitu gampang. Jadi itu adalah daerah yang paling strategis di seluruh Tiongkok dan menurut National Geographic yang mengukur seluruh lapisan kulit bumi rata-rata tebalnya 30km tetapi hanya satu tempat yang tebalnya dua kali daripada bagian bumi manapun yaitu lapisan kulit bumi di Sechuan, 60km. Tempat itu paling kuat, paling hebat dan paling kokoh. Maka pemerintah Cina menaruh 7800 ilmuwan nuklirnya di situ. Strategi orang Komunis hebat sekali sudah menemukan semua itu. Atomic bomb scientist and atomic nuclear scientist semua ditaruh di situ. Tempat yang paling aman, tempat yang paling tidak goncang, tempat yang paling tidak mungkin ada gempa bumi. Semua ini membuktikan tidak ada satu tempatpun di bumi yang aman. Tidak ada satu tempatpun di bumi yang kekal. Semua adalah sementara, semua akan goncang, semua bisa berubah. Saya bersyukur kepada Tuhan. Dia berjanji orang-orang yang bersandar kepada Tuhan hidupnya kokoh untuk selama-lamanya seperti Sion, dikelilingi oleh gunung-gunung. Orang yang takut akan Tuhan juga hidupnya dikelilingi oleh Tuhan sama seperti satu tangan yang aman. Sion adalah satu bukit yang tidak ada apa-apanya. Kenapa di sini dia menjadi gunung yang paling penting? Kalau dikatakan orang yang bersandar kepada Tuhan seperti gunung Himalaya, masih lumayan. Tetapi seperti gunung Sion? Seolah tidak mengerti geografi. Tetapi ini bukan bicara mengenai geografi tetapi mengenai sejarah, karena Sion berada di tepi sungai Yordan. Di kanan dan kiri sungai ini secara lapisan geologinya berbeda ribuan tahun. Apa artinya? Sion di sebelah kiri yaitu East Bank dan Yerikho di sebelah kanan yaitu West Bank itu lapisan geologinya bedanya ribuan tahun. Itu membuktikan pernah terjadi gempa bumi yang terbesar di daerah itu sehingga sehingga seluruh tanah longsor dan merosot sehingga mengakibatkan seluruh lapisan bumi di situ berubah. Maka kita tidak boleh mengerti Alkitab dengan harafiah. Yang menjelaskan secara harafiah akan buntu. Yang mengerti arti rohaninya akan hidup. Maka apa artinya 'seperti Sion'? Sion adalah satu-satunya bukit yang dipilih Tuhan dimana peti perjanjian boleh ditaruh di sana. Berarti Sion adalah satu-satunya tempat dimana tangan Allah berjanji untuk memimpin dan memelihara manusia sampai selama-lamanya. Inilah arti iman. The temple of God is in that mount. The ark of God is in that mount. The faithfulness of the covenant of God is s ealed in that mount. Satu-satunya bukit dimana ada peti perjanjian, dimana ada perjanjian, dimana ada hukum Tuhan yang tidak berubah. Dunia ini langit dan bumi akan berubah, tetapi hanya Taurat Tuhan satu titikpun tidak pernah berubah. Tuhan berjanji dengan manusia dan janji Tuhan bisa dipercaya. Kenapa Singapura ekonominya merosot?

Karena mereka terlalu percaya dengan Amerika. Citibank is the strongest bank merosot begitu besar. Alkitab sendiri mengatakan uang itu mempunyai sayap dan bisa terbang jauh darimu. Engkau bilang, mana bisa? Saya akan kunci di dalam peti, mau terbang kemana? Uang itu bukan cuma lembaran tetapi ada nilainya. Kalau nilainya sudah turun, engkau makin kunci makin celaka. Mau tukarpun lebih lama membukanya. Itulah manusia yang pikir semua bisa dipercaya. Apa saja tidak bisa dipercaya, semua akan ambruk. Politik akan ambruk. Ekonomi akan ambruk. Hati manusia berubah. Isteripun bisa berubah. Tidak ada yang kekal. Jangan pernah berharap kepada manusia. Engkau mesti belajar bersandar kepada Tuhan. Bersandar hanya kepada Tuhan. Orang yang bersandar kepada Tuhan, dia seperti Sion yang dikelilingi oleh gunung-gunung. Orang yang bersandar kepada Tuhan adalah dikelilingi oleh Tuhan sendiri. Kenapa kita bersandar kepada Tuhan? Karena Tuhan adalah Tuhan yang berjanji. Allah yang sejati adalah Allah yang berjanji. Kitab Allah adalah kitab perjanjian. Tuhan Yesus sebelum mati di kayu salib Dia menggenapkan Perjanjian yang Baru. Perjanjian yang Lama diteguhkan oleh Tuhan dengan tanda tangan dari darah binatang. Perjanjian yang Baru ditandatangani oleh Tuhan dengan darah AnakNya yang tunggal. Tuhan tidak pernah mungkir dari apa yang Dia janjikan. Janji Tuhan berdasarkan tiga prinsip. Pertama, the unchangeable of God's atribute. Kedua, the eternity of His substance. Ketiga, the honesty of His relationship with us. Allah yang kekal, Allah yang tidak berubah, Allah yang jujur berkata "Aku akan beserta dengan engkau sampai selama-lamanya."

Janji itu adalah janji yang kekal. Kalau engkau hidup di dalam human relationship only, engkau akan kecewa. Berjanji di dalam Tuhan you akan menikmati kekekalan, kejujuran dan ketidakberubahan, engkau akan kokoh luar biasa. Ibu saya umur 33 tahun sudah menjadi janda. Wajahnya lumayan dan banyak yang masih mau menikah dengan dia. Tetapi dia berjanji kepada Tuhan sampai mati akan menjanda dan sampai mati akan setia. Aku akan bersandar kepada kekuatanMu untuk membesarkan anak-anakku dan aku tidak minta pertolongan siapapun. Tuhan tidak meninggalkan dia, Tuhan mendengarkan doanya. Waktu saya umur 6 tahun setiap pagi terbangun mendengar doa mama saya selama 1 jam itu menggetarkan hati saya. The faithful widow, the faithful mother cried, "My God, my Lord, beri kekuatan kepadaku untuk membesarkan anak-anakku. Engkau adalah Bapa dari anak piatu dan Pembela dari para janda karena firmanMu mengatakan janji ini. Saya sekarang bersandar kepadaMu, peganglah tanganku." Dia diberi Tuhan tujuh anak laki-laki dan satu-satu dia bawa di dalam doanya. Doa dan membaca kitab suci satu jam, lalu baru kerja dan mengantar anak-anak ke sekolah. Tuhan mendengar doanya. Di antara 7 anak, 5 yang menjadi pendeta. Ini memecahkan rekor sejarah gereja Tionghoa dan saya betul-betul dipengaruhi oleh iman seperti itu dan saya berjanji kalau saya sudah menyerahkan diri, sampai mati saya tidak akan berubah karena Tuhan yang berjanji adalah Tuhan yang tidak berubah. Saya akan melayani sampai mati. Saya menjadi orang Kristen susah luar biasa karena umur 15-17 tahun saya sudah jatuh ke dalam pikiran Komunisme, Evolusionisme, Dialektika Materialisme. Di antara anak seumurku tidak ada anak lain yang seperti saya, maunya filsafat dan pikiran yang dalam. Saya tidak cocok dengan anak sebayaku. Mau ngomong apa tidak masuk. Mereka ngomongnya cewe dan ngomongnya main. Saya maunya bicara filsafat. Jadi saya sulit. Dan saya menemukan jaman sudah berubah, Kekristenan sudah digeser, gereja sudah kosong, pendeta ngomongnya tidak karu-karuan. Orang yang belajar dan punya pikiran yang tajam tidak ada. Tetapi saya susah menjadi orang Kristen karena terbentur dua kontras ini, my mum was a very devout Christian, very godliness. In one hand, she is the patron of my life but the other hand the faith is so difficult to be challenged by the modern science. Maka di dalam pergumulan seperti itu saya minta Tuhan untuk menjawab pertanyaanku. If You are able to solve my problems intellectually, I will go to answer the questions of every intellectuals in the whole world. Jawablah pertanyaanku maka aku akan melayani dan menjawab pertanyaan seluruh dunia. Itu sebab khotbah saya lain daripada khotbah semua pengkhotbah karena saya menemukan pikiran-pikiran yang sulit. Bukan karena saya tahu apa yang dia pelajari. Saya tahu secara dasar manusia diganggu oleh epistemology dan logika apa dan terus mencari jalan menembusi dan menemukan sedalam-dalamnya batin setiap orang dan menjawab pertanyaan mereka. Saya bersandar kepada Tuhan dan saya hari ini sudah tidak muda lagi, saya berani berkata kepadamu, bersandarlah kepada Tuhan. Saya sudah melayani Dia lebih dari setengah abad, He never failed me. Dia adalah Allah yang sejati.

Dia adalah Allah yang tekun dan jujur dan Allah yang konsisten memelihara iman orang Kristen yang sungguh cinta kepadaNya. Kadang kadang kesulitan besarnya menakutkan. Tetapi saya membuktikan 52 tahun lebih melayani Tuhan, Tuhan itu sungguh-sungguh hidup. Saya di GRII tidak pernah datang ke rumah siapapun minta uang untuk membangun gedung. Saya hanya memanggil siapa saja yang cinta Tuhan untuk berinisiatif dengan kerelaan dan kembalikan uang Tuhan kepada Tuhan. God is unchaneable, immutable, forever, the absolute God, the true God, the living God is with us. Saya bertanya, kepada siapa engkau bersandar? Kepada Amerika? Kepada orang kaya? Kepada siapa engkau beriman? Hanya kepada Yesus Kristus. Kiranya Tuhan memberkati kita.



Ringkasan Khotbah : Pdt. Dr. Stephen Tong, GRII Sydney 30/08/2009

Sumber : http://www.griisydney.org/page_attachments/0000/0228/bersandar-allah-adalah-fondasi-yang-tak-tergoncang.pdf



Tidak ada komentar: